Saturday, 20 July 2019

Ratusan Orang Meninggal, GNPF Ulama: Mau klaim pemilu sukses?

Ratusan Orang Meninggal, GNPF Ulama: Mau klaim pemilu sukses?

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Muhammad Martak, menepis klaim sejumlah pihak yang menyebut penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 berjalan sukses, damai, dan tertib. Pasalnya, hingga kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 296 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) berguguran karena sakit dan kelelahan.

“Kalau pemilu diklaim sebagai ajang yang sukses, di mana ada pemilu presiden yang menyebabkan 296 (petugas KPPS) meninggal? Bahkan, yang sakit terus bertambah,” kata Yusuf di bilangan Tebet, Jakarta Selatan usai konferensi pers Ijtima Ulama III, Senin (29/4).

Dia menilai meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam pemilu serentak tahun ini sebagai musibah terbesar bagi Bangsa Indonesia. Musibah tersebut, menurut dia, melebihi musibah alam yang terjadi dan mengundang duka yang mendalam bagi seluruh pihak.

“Ini lebih dari musibah jatuhnya pesawat. Dimana hati nurani pemerintah melihat hal ini?” ujarnya.

Karena itu, Yusuf meminta tim pencari fakta (TPF) terkait pelaksanaan pemilu ini untuk segera dibentuk. TPF tersebut nantinya akan mengusut meninggalnya petugas KPPS yang mencapai ratusan jiwa tersebut. “Ini harus menjadi tanda tanya. Ini benar sakit, kelelahan atau ada unsur lain,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan kepada pihak yang terus memanipulasi suara pemilu agar segera menghentikan tindakan curang itu dan memohon ampun atas siksa yang akan Allah SWT berikan di akhirat kelak. Terlebih, kata Yusuf, pemilu merupakan sarana bangsa Indonesia untuk menghasilkan pemimpin yang amanah, adil, dan membawa Indonesia dihargai dimata dunia.

“Nah, yang terlalu bermanuver tolong sadar. Apalagi akan dicabut nyawanya. Karena ini menyangkut nasib 240 juta bangsa Indonesia ke depan,” kata dia.

Sumber: Indonesiainside

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)