Friday, 19 July 2019

Imam, Enggar, Lukman, Menteri Jokowi Adu Cepat Masuk Bui

Imam, Enggar, Lukman, Menteri Jokowi Adu Cepat Masuk Bui

Jakarta, Swamedium.com — KPK sedang menggarap 3 (tiga) kasus besar : Korupsi Anggaran KONI kemenpora, Korupsi Jual Beli Jabatan di Kemenag dan Korupsi Serangan Fajar Bowo Golkar. Tiga kasus besar ini menyeret tiga nama menteri : Imam Nahrawi, Lukman Hakim Saifudin dan Enggartiasto Lukita.

Untuk kasus KONI, sidang terakhir mengungkap fakta hukum dimana Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (Sekjen KONI) Ending Fuad Hamidy mengaku pernah mendengar keluh kesah Alfitra Salam saat menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (sesmenpora).

Saat itu, Alfitra mengaku tidak kuat lagi menjadi sesmenpora karena kerap diminta menyediakan uang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Ending mengungkap fakta ini saat bersaksi dalam perkara dugaan suap pengurusan dana hibah KONI di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/4/2019).

Ending menuturkan, saat itu, Alfitra diminta menyiapkan uang Rp 5 miliar. Keluh kesah yang disampaikan Alfitra sambil menangis ini juga disaksikan oleh istri Alfitra. Alfitra sempat meminjam uang kepada Ending untuk memenuhi permintaan uang Rp 5 miliar tersebut. Namun, Ending tak dapat menyanggupi lantaran tidak punya uang sebanyak itu.

Kasus Romi mengalami babak baru, Menag Lukman Hakim Saifudin telah dipanggil KPK sehubungan dengan adanya dugaan keterlibatan kemenag dalam OTT KPK terhadap Rommi. Di ruangan Lukman, saat digeledah ditemukan uang sebanyak Rp 180 juta dan USD 30 ribu dari laci ruang kerja Menag.

Romahurmuziy sendiri telah ditetapkan sebagai Tersandka, karena diduga menerima uang Rp 300 juta untuk membantu proses seleksi jabatan. Rinciannya adalah Haris Hasanudin menyerahkan uang Rp 250 juta dan Muhammad Muafaq memberikan uang Rp 50 juta agar keduanya bisa mendapat jabatan sebagai pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agama.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)