Jumat, 27 November 2020

Tantangan Prof Ronnie Higuchi Rusli ke Tukang Survei

Tantangan Prof Ronnie Higuchi Rusli ke Tukang Survei

Jakarta, Swamedium.com — Tantangan Prof Ronnie Higuchi Rusli, kok gak disambut? Tukang survei gembar-gembor ajak adu data dengan kubu BPN tapi mingkem pas ditantang dosen UI ini.

Membaca biografi akademik guru besar yang satu ini dan penghargaan akademik yang dia terima, ngeriiiiii.

Beliau @Ronnie_Rusli sudah menulis 30 lebih di jurnal internasional. Tukang survei yang suka gembar-gembor di twitter, ada yang melampaui capaian ini? Beliau ini selesai Sarjana Muda lanjut studi ke Amerika Serikat di Cleveland Ohio dan Troy New York sampai S3.

Jangan anggap orang-orang di kubu @prabowo bodoh-bodoh ya. Dia @Ronnie_Rusli pernah menjadi bagian The New York Academy of Science sejak 1986 dan American Association for the Advancement of Science sejak 1987. Tentu cara dia menguar persoalan, dengan pertimbangan yang matang.

Beliau ini @Ronnie_Rusli di usia 35 tahun meraih PhD, 29 Juni 1986 (foto baju cekelat). Pernah juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S-2 dan S-3 Pascasarjana UI di era Prof DR. MK Tadjuddin. Nih foton kedua ketika dia menjabat 👇

Ronnie Higuchi Rusli:
Kita ketemu saja nanti di KPU bagaimana minimal sample untuk QC Gue sdh ada perhitungan % tase sampel QC dengan level confidence 95% dan 99% biar 1-1 “para juragan QC berhadapan dengan gue di White Board KPU” cuma bawa Otak & Spidol tanpa bawa apa-apa lagi.

Corat coret perhitungan statistik untuk QC sdh masuk diluar kepala semua formula statistik QC mereka para juragan QC akan gue suruh maju di KPU bawa spidol ditangan biar disaksikan semua orang termasuk Ketua KPU untuk hitung cara mereka dapat sampling di TPS utk QC.

*Penulis: Edy A Efendi

Related posts

6 Comments

  1. Anonim

    Saya gak tau benar salah nya ! Tapi sebuah komspirasi sangat sulit di lawan kecuali orang orang profisional yg menghadapi kita lihat saja akhirnya .

    Reply
  2. Anonim

    Pidanakan lembaga survey yg sudah membuat keresahan di masyarakat akibat pemberitaan yang membingungkan! Seharusnya mereka harus bisa membuktikan apa yang sudah dipublikasikan biar masyarakat tau kebohongan mereka!

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.