Tuesday, 18 June 2019

Amien Rais: Semua akan terkejut, kami punya bukti kecurangan KPU

Amien Rais: Semua akan terkejut, kami punya bukti kecurangan KPU

Foto: Prabowo, Amien Rais dan Sandiaga Uno tampak berbincang serius. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com — Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandi, Amien Rais meragukan kinerja KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2019. Amien menyebut KPU merupakan buatan pemerintah petahana.

“KPU itu makhluk politik buatan pemerintah petahana. Jadi kalau kita menyerang KPU tok seperti orang yang nggak paham masalah, jadi KPU adalah pintu buat menyerang di atasnya, atasnya lagi, ketemunya nanti siapa lagi kalau bukan ya itu lah. Nama nggak usah disebut,” kata Amien di dalam diskusi di Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jl Hos Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengatakan telah mendapatkan laporan terkait tuduhan kecurangan itu meski belum utuh. Meski demikian, menurutnya, hal itu semakin lama semakin membahayakan. Dia menegaskan pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti untuk membongkar kecurangan KPU.

“Jadi insyaallah pada saatnya akan ada element of suprise, kejutan tunggu tanggal mainnya. Para ahli IT ini sudah memiliki bukti-bukti yang tidak terbantahkan. Bahwa pasti begitu dibuka rakyat akan terkejut terhadap betapa bobrok, betapa curang betapa palsu, betapa jahat, betapa zalimnya KPU dan yang di atas-atas KPU itu,” ujar Amien.

Menurut Amien, Pemilu 2019 ini telah terjadi kejahatan yang terukur, sistematik, masif, brutal, hingga barbar. Amien menyebut KPU sendiri tak bisa mengendalikan sistemnya. Amien mengatakan data-data di KPU dimasukkan oleh ‘siluman’.

“Saya diberitahu dari teman-teman yang ahli itu bahwa KPU sendiri itu sudah tidak bisa mengendalikan, yang masukin data itu ada siluman yang lebih jauh lebih tinggi dari ‘kodok’ dan ‘cebong ‘ yang ingin menguasai semuanya tapi yakinlah Allah memihak yang benar,” sebutnya.

Amien kemudian menyindir mantan Ketua MK Mahfud Md terkait kesalahan input di KPU. Dia mengatakan tak akan bicara soal IT karena memang tak memahami.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)