Monday, 17 June 2019

KPK Investigasi Situng KPU

KPK Investigasi Situng KPU

Kenapa Bawaslu harus minta bantuan KPK. Sebab yang diduga melakukan kecurangan atau fraud berupa abuse of power oleh Komisioner KPU

Jakarta, Swamedium.com — Koordinator Relawan Informasi Teknologi (IT) BPN 02, Mustofa Nahrawardaya membawa lebih dari 73 ribu lembar temuan kesalahan dari input sistem hitung atau Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bukti tersebut dibawanya ke Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu untuk ditindaklanjuti sebagai dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

“Sebanyak 73.715 kesalahan input data Situng atau sebesar 15,4 persen dari total 477.021 TPS yang telah diinput. Data kesalahan ini kami capture dan barang bukti dibawa, diserahkan ke Bawaslu,” kata Mustofa di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).

Menurut temuannya, kesalahan terbesar ditemukan di Jawa Tengah sebanyak 7.666 TPS, Jawa Timur 5.826 TPS, Sumatera Utara 4.327 TPS, Sumatera Selatan 3.296 TPS, dan Sulawesi Selatan 3.219 TPS. Mustofa mengklaim kesalahan tersebut sangat brutal.

“Batas toleransi kesalahan dalam sistem IT paling tinggi 0,1. Kami menemukan sampai 15,4 persen,” lanjut Mustofa.

Bawaslu jangan main-main dengan laporan Tim IT BPN 02 tersebut. Dalam waktu dua hari ini Bawaslu harus segera melakukan langkah cepat dengan membuat kebijakan memerintahkan Ketua KPU menghentikan proses Situng KPU. Mensterilkan ruangan IT KPU, dan memblokir semua pergerakan terkait aktivitas IT KPU. Petugas entry data tidak boleh meninggalkan area kantor KPU dalam jangka waktu tertentu.

Dengan cepat Bawaslu, meminta bantuan KPK, khususnya para penyidik ahli IT KPK, untuk masuk ke ruang IT KPU, melakukan investigasi atas dugaan kecurangan ataupun penipuan entry data, sehingga merugikan dan mengabaikan hak rakyat.

Kenapa Bawaslu harus minta bantuan KPK. Sebab yang diduga melakukan kecurangan atau fraud berupa abuse of power oleh Komisioner KPU. Dan para komisioner KPU adalah pejabat Negara. Urusan sogokan tas bermerek, jam bermerek dan barang mewah lainnya, sedikit uang, dengan nilai total sekitar Rp 500 juta, yang diduga dilakukan Bupati Talaud yang cantik, tidak ada ampun masuk tahanan KPK , dan langsung pakai rompi oranye. Ternyata rompi oranye tersebut, semakin menambah kecantikan sang Bupati (maaf kalau mata saya yang salah melihatnya di TV).

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)