Sunday, 18 August 2019

Diskusi Literasi: Saatnya Gunakan Pisau Analisis

Diskusi Literasi: Saatnya Gunakan Pisau Analisis

Foto: Peneliti INSISTS yang juga Koordinator Pusat Indonesia Tanpa JIL, Akmal Sjafril. (ist)

Bandung, Swamedium.com — Setelah membekali peserta Sekolah Pemikiran Islam (SPI) selama sembilan pertemuan dengan konsep-konsep dasar Islam, pertemuan terakhir SPI pada Kamis (25/4/2019) lalu, mengajak para peserta untuk aktif berpendapat dalam sebuah sesi diskusi.

“Kita akan bersama-sama membaca sebuah artikel wawancara yang saya dapat dari situs Jaringan Islam Liberal,” ujar Akmal Sjafril yang merupakan pendiri SPI dan menjadi pemimpin diskusi pada pertemuan tersebut.

“Saat ini kita berlatih untuk menggunakan apa yang kita pelajari dari pertemuan pertama sampai kemarin sebagai pisau analisis untuk membedah tulisan ini,” tambahnya.

Artikel wawancara tersebut melibatkan Julia Indiati Suryakusuma, seorang sosiolog yang diwawancarai oleh Ulil Abshar-Abdalla dari Jaringan Islam Liberal, yang mengaku percaya Tuhan namun tidak percaya agama. Menurut Akmal, poin yang penting untuk menghadapi orang dengan pemikiran yang menyimpang adalah dengan mencari kontradiksi dan kesalahan logika pada argumen mereka.

“Karena kata-kata mencerminkan pemikiran, dan masalahnya kata-kata itu berantakan sehingga orang lain tidak mengerti atau tidak berantakan namun mencerminkan kekacauan pemikirannya,” komentar Akmal.

Diskusi literasi menggunakan artikel tersebut merupakan salah satu sesi khas yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menelaah penyimpangan pemikiran dari sang narasumber dan mengemukakan pendapatnya berdasarkan apa yang peserta dapatkan dari materi yang telah diterima.

“Saya merasa keislaman saya semakin kokoh dan makin teguh untuk mengikis virus liberal di lingkungan,” ungkap Madihah Salwa, salah satu peserta SPI yang aktif berpendapat sepanjang diskusi.

Dengan diskusi tersebut diharapkan peserta SPI semakin terlatih ketajaman analisisnya dengan menggunakan konsep-konsep dasar Islam yang telah didapat dari materi-materi sebelumnya. (Iffa Risfayanti/jurnalis warga)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)