Wednesday, 13 November 2019

Tak Paham Konsep, Garda NTT Tolak Wisata Halal di Labuan Bajo

Tak Paham Konsep, Garda NTT Tolak Wisata Halal di Labuan Bajo

Jakarta, Swamedium.com – Rencana Kementrian Pariwisata yang akan menerapkan wisata halal di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat penolakan tegas dari Gerakan Patriot Muda (Garda) NTT dan seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini kami adakan pertemuan lintas tokoh perwakilan semua kabupaten di NTT supaya mereka tadi, nada yang sama menolak (wisata halal) dengan pertimbangan tidak sesuai dengan kultur masyarakat,” ujar Sekretaris Jenderal Garda NTT Marlin Bato di sela-sela rapat konsultasi bersama anggota DPR RI Fraksi Golkar, Melchias Marcus Mekeng di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Jumat (10/5).

Menurut Marlin, jika wisata halal itu diterapkan maka akan ada kearifan atau kultur budaya lokal yang bergeser. Selain itu ada Pranata sosial dan perilaku masyarakat dipandang juga bertentangan dengan konsep tersebut.

“Kalau ini diterapkan ada hal misalnya bagaimana pranata sosial perilaku masyarakat dengan taat adat dan budaya, cara pakaian, ritualitas adat dan segala macam? Masyarakat yang berada di zona wisata ke depan juga akan terpinggirkan dengan adanya hal itu,” jelasnya.

Selain wisata halal, Garda NTT dan elemen masyarakat pun mengkritisi pimpinan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Shana Fatina. Karena bukan orang asli daerah tersebut, perempuan yang menjabat direktur utama itu dinilai kurang memahami kultur masyarakat di Labuan Bajo.

“Kami tidak menolak Badan Otoritas Pariwisata, tapi meminta restrukturisasi. Sebab Shana Fatina tidak mengenal kultur masyarakat di sana,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut sikap ini, kata Marlin, pihaknya berencana melakukan audiensi khusus dengan pihak terkait seperti Kementerian Pariwisata.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.