Friday, 24 May 2019

Aktivis: Biadab! Peserta aksi ke Bawaslu diracun

Aktivis: Biadab! Peserta aksi ke Bawaslu diracun

Jakarta, Swamedium.com — “Sungguh biadab pelaku yang memberangus hak menyatakan pendapat di muka umum sesuai Pasal 28 UUD 1945. Mereka layak disebut sebagai anti Pancasila karena menyatakan pendapat termasuk pada Sila kedua dari Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab,” demikian yang disampaikan Hans, salah seorang aktivis yang ikut Aksi Kawal Pelaporan Kecurangan Pemilu 2019, di Bawaslu, Jumat (10/5).

Hans berkomentar menanggapi dugaan diracunnya para peserta aksi usai menyantap makanan takjil.

“Selain tekanan kebijakan dengan cara kekuasaan yang dituangkan melalui peraturan, ternyata di lapangan dipasang pula demo tandingan, yaitu dengan mendatangkan orang upahan. Parah sekali saat ini negeri kita yang berlandasan Ketuhanan Yang Mahaesa,” ungkapnya.

“Lebih parah lagi, perbedaan pendapat yang bisa dituangkan melalui pernyataan lisan dan tulisan, ditandai pula dengan perbuatan biadab.”

“Perbuatan biadab yang dimaksud adalah dengan meracuni peserta demo di depan kantor Bawaslu,” ujar Hans lagi.

Hans mengutuk cara-cara keji dan sangat primitif, yaitu dengan mengirim makanan yang telah terkontaminasi dengan zat berbahaya bagi kesehatan.

“Siapa yang bertanggung jawab? Polisi seharusnya mampu menangani kasus yang mudah untuk dipahami ini. Perlu tindakan promoter sebagai yang ditulis dalam slogan profesional modern dan terpercaya,” tegas Hans.

Sumber:Kabartoday

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

  1. Anonymous

    Racun sedang mengintai kubu 02. hati2…! jangan menerima makanan dan minuman dalam bentuk apapun dari orang yg tdk kita kenal, seandai mengatas namakan seseorang yg mengirimkannya sebaiknya langsung diklarifikasi kepada yg bersangkutan benar tdknya. sebaiknya, makanan dan minuman dibawa sendiri dari rumah atau dari kelompoknya sendiri, dan jangan pernah meninggalkan makanan dan minuman itu tanpa ada yg menjaganya. kalau kubu 02 masih ingin panjang umur dan masih ingin berjuang membela kebenaran.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)