Friday, 24 May 2019

Hari-hari Menjelang Pertempuran

Hari-hari Menjelang Pertempuran

Ilustrasi.

Jakarta, Swamedium.com — Syahdan, Thalut dan pendukungnya semakin kuat dari sebelumnya. Jumlah pasukannya semakin banyak dan semakin kuat lagi solid. Mereka siap menghadapi Jalut.

Siapa tak kenal Jalut, penguasa besar namun zhalim pada saat itu yg segala ‘resources’ yg bisa dibilang tak terhingga. Dia punya kuasa punya juga harta. Dia punya tentara, punya juga kecanggihan teknologinya.

Namun, Thalut memang sudah siap dengan izin Allah. Walaupun tak bisa menyaingi dalam jumlah dan kapasitas yg sama dengan pasukan Jalut, Thalut dan pasukannya secara matematika manusia bisa mengalahkan Jalut. Tapi, Allah ‘belum selesai’ menguji Thalut.

Beberapa hari sebelum terjadinya pertempuran, Allah mengujinya, agar jelas siapa yg ikhlas berjuang, kokoh berkorban dan tenang dalam beramal, siapa pula yg tidak.

“Maka ketika Thalut membawa bala tentaranya, dia berkata, “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Thalut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah, 2:249)

Ujian ini menampakkan hikmah bahwa Allah memang tak pernah salah memilih dan mengistimewakan seseorang. Allah ingin menunjukkan bahwa Thalut memang pilihan-Nya. Dan orang-orang yg bersama thalut juga tentunya adalah orang yg terpilih. Sebab, tidak mungkin menghadapi tentara Jalut kecuali dengan kekuatan yg melebihinya, dan itu hanya satu, yaitu kekuatan iman dalam hati dan kemauan untuk menang. Kekuatan yg siap menundukkan keinginan syahwat dan mengalahkan desakan atau dorongan kebutuhan sesaat serta sanggup mengedepankan ketaatan terhadap pemimpin dalam semua keadaan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)