Minggu, 25 Juli 2021

Rekapitulasi di Bengkulu, Suara Jokowi Menggelembung dan Prabowo Berkurang?

Rekapitulasi di Bengkulu, Suara Jokowi Menggelembung dan Prabowo Berkurang?

Jakarta, Swamedium.com — Rekapitulasi suara tingkat nasional Pemilu Serentak 2019 telah dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Jumat (10/5) lalu. Publik pun bisa melihat hasil perolehan suara dari para calon presiden dan calon wakil presiden, serta partai peserta pemilu berdasarkan data dari tiap-tiap provinsi yang sudah masuk.

Banner Iklan Swamedium

Sampai Ahad (12/5) kemarin, sudah ada delapan provinsi yang hasil perolehan suaranya dinyatakan rampung oleh KPU. Kedelapan provinsi itu adalah Bali, Gorontalo, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bengkulu.

Dari delapan provinsi itu, hasil rekapitulasi suara di Bengkulu boleh dikatakan paling menarik untuk ditelaah. Pasalnya, KPU mengklaim pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, “unggul tipis” atas pesaingnya yakni pasangan nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Selisih perolehan suara Prabowo-Sandi dikatakan hanya terpaut 2.511 suara di atas Jokowi-Ma’ruf. Benarkah demikian?

Seperti dilansir Antara kemarin, dari total 1.196.349 suara di Bengkulu, Prabowo-Sandi mendulang 585.999 suara. Sementara, pasangan kandidat petahana mengantongi 583.488 suara. Adapun jumlah suara tidak sah di daerah itu sebanyak 26.862 suara.

Prabowo-Sandi memimpin perolehan suara di tujuh kabupaten kota yaitu Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Seluma, Mukomuko, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Sementara, Jokowi-Ma’ruf hanya mampu mengungguli kompetitornya di tiga kabupaten yaitu Bengkulu Utara, Kaur, dan Lebong.

Masih menurut Antara, di Kabupaten Bengkulu Tengah, paslon 02 memperoleh 36.937 suara, sedangkan paslon 01 mendapat 34.724 suara. Di Kabupaten Bengkulu Selatan, Prabowo-Sandi meraup 47.402 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mengantongi 30.416 suara.

Di Kabupaten Rejang Lebong, paslon 02 mendulang 90.340 suara, sedangkan pasangan petahana hanya 69.543 suara. Selanjutnya, di Kabupaten Seluma, Prabowo-Sandi menang tipis dengan perolehan 60.427 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 60.254 suara.

Di Kabupaten Mukomuko, paslon 02 meraup 51.490 suara, sedangkan paslon 01 memperoleh 37.341 suara. Di Kabupaten Kepahiang, Prabowo-Sandi mengantongi 48.950 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 43.748 suara. Di Kota Bengkulu, paslon 02 memperoleh suara terbanyak yaitu 137.139 suara, sedangkan paslon 01 mendapatkan 87.218 suara.

Di Kabupaten Bengkulu Utara paslon 01 mendapatkan 106.500 suara, sedangkan, paslon 02 hanya mengantongi 70.785 suara. Di Kabupaten Kaur, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 39.457 suara, sedangkan Prabowo-Sandi meraup 35.234 suara. Di Kabupaten Lebong paslon 01 berhasil mendulang 36.289 suara, sedangkan paslon 02 mengumpulkan 29.965 suara.

Berdasarkan angka-angka yang disuguhkan Antara di atas, Indonesia Inside menghitung kembali total perolehan suara masing-masing paslon di Provinsi Bengkulu. Hasilnya ternyata tidak seperti yang disampaikan KPU. Prabowo-Sandi justru mendulang 608.669 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf hanya 545.490 suara. Dengan kata lain, paslon 02 unggul 63.179 suara atas pasangan petahana di Bengkulu.

Pada poin ini, jika hasil perhitungan Indonesia Inside disandingkan dengan data KPU yang menyebutkan bahwa pasangan petahana meraih total 583.488 suara di Bengkulu, akan ditemukan kelebihan 37.998 suara untuk Jokowi-Ma’ruf. Sementara, perolehan suara Prabowo-Sandi mengalami penyusutan sebanyak 22.670 suara.

Tak hanya itu, bila dijumlahkan total perolehan suara paslon 01 (545.490) dan total perolehan suara paslon 02 (608.669), didapatkan jumlah suara sah sebanyak 1.154.159. Jika kemudian total suara yang masuk di Bengkulu versi KPU (1.196.349) dikurangi dengan jumlah suara sah tersebut, akan diperoleh jumlah suara tidak sah sebanyak 42.190. Di sini, lagi-lagi terdapat perbedaan dengan angka versi KPU yang menyebutkan jumlah suara tidak sah di Bengkulu hanya 26.862.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah, siapa yang keliru? Apakah KPU Provinsi Bengkulu mengalami “human error” saat merekapitulasi suara masing-masing paslon? Atau, apakah wartawan (Antara) yang melaporkan hasil rekapitulasi itu yang silap mencatat angka demi angka?

Lalu, apakah saksi dari paslon 02 benar-benar sudah menghitung kembali angka-angka yang disuguhkan ketika pleno KPU berlangsung? Jika untuk mengecek ulang perolehan suara di Bengkulu—salah satu provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit di Indonesia—saja mereka segan, bagaimana pula kondisinya dengan provinsi-provinsi “gemuk” semisal Jateng dan Jatim? Wallaahu a’lam bishshawwab.

Sumber: Indonesiainside

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita