Wednesday, 19 June 2019

Dari “People Power” Menuju Gerakan Kedaulatan Rakyat

Dari “People Power” Menuju Gerakan Kedaulatan Rakyat

Jakarta, Swamedium.com — Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais meminta para relawan pendukung pasangan capres 02 tak lagi menggunakan istilah People Power.

Berkaca dari kasus yang menyeret Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana, Amien meminta masyarakat tak lagi menggunakan istilah people power tapi mengubahnya dengan sebutan Gerakan Kedaulatan Rakyat.

“Saya ingatkan Eggi Sidjana ditangkap polisi karena bicara People Power, kita sekarang gunakan (istilah) gerakan kedaulatan rakyat,” kata Amien di Gedung Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

Sebelumnya banyak relawan yang hadir dalam kegiatan pengungkapan fakta-fakta kecurangan Pemilu saat Prabowo berpidato berteriak istilah People Power.

Berkali-kali teriakan itu menggema setiap kali Prabowo menyebut adanya kecurangan dalam Pemilu 2019 ini.

Usai Prabowo berpidato, Amien pun mengajak agar masyarakat mengganti istilah itu dengan sebutan Gerakan Kedaultan Rakyat untuk menghindari penangkapan polisi seperti yang menjerat Eggi Sudjana.

Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak pun mengatakan apa yang diungkapkan oleh Amien merupakan satire politik soal penangkapan terhadap beberapa orang karena istilah people power itu. Padahal jelas kata dia, people power bukanlah sesuatu yang menakutkan.

“Iya. Kedaulatan rakyat. Itu hanya kata-kata saja. Itu sebanarnya satire yg disampaikan pak Amien. People power itu bukan sesuatu yg sebenarnya menakutkan,” kata Dahnil.

Lagi pula hal yang sebenarnya dari people power adalah sebuah ungkapan protes dari masyarakat.

“People power itu ungkapan protes masyarakat. Pemilu juga people power. Jadi, saya mau menyebutkan yg tidak boleh itu anarkisme, yg tidak boleh itu mengganti dasar negara, nah itu makar,” kata dia.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)