Sunday, 18 August 2019

Cegah Korban KPPS Bertambah, MER-C ke KPU: Setop rekapitulasi suara!

Cegah Korban KPPS Bertambah, MER-C ke KPU: Setop rekapitulasi suara!

Konferensi pers Tim MER-C.

Jakarta, Swamedium.com — Banyaknya anggota KPPS yang meninggal dan jatuh sakit menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya lembaga swadaya masyarakat Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Pembina MER-C, Joserizal Jurnalis, menilai KPU dan pemerintah abai dalam menangani kasus tersebut. Seharusnya, KPU menghentikan sementara penghitungan suara yang dinilai menjadi penyebab jatuhnya korban.

“Bahwa langkah untuk mencegah korban jatuh lebih lanjut harus dalam situasi suasana batin dan suasana kerja yang emergency. Tidak boleh merasa ‘wah ini kami harus menghitung suara pilpres dulu’. Kalau perlu diberhentikan dulu penghitungan suara. Diberhentikan dulu. Fokus penanganan pencegahan ini dan semua pembiayaan dikerahkan untuk hal tersebut,” kata Joserizal saat konferensi pers di kantor MER-C, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Pembiaran ini, menurut Joserizal, bisa dilihat dari berbagai hal. Pertama jumlah korban yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Kedua petugas tidak disertai asuransi. Lalu proses rekrutmen yang dinilai tidak layak.

Joserizal menilai syarat keterangan sehat yang diberikan petugas hanya sebatas tingkat puskesmas. Hal itu membuat pemeriksaan tidak menyeluruh karena peralatan pemeriksaan di puskesmas terbatas. Terutama untuk memeriksa kondisi jantung petugas KPPS.

“Surat keterangan dari puskesmas kita tahu puskesmas kemungkinan besar tidak dilakukan pemeriksaan EKG (Elektrokardiogram), rekam jantung,” kata Joserizal.

Selain itu, menurut Joserizal, biaya pengobatan yang sakit juga tidak jelas. Ia mengatakan banyak keluarga korban yang menanggung sendiri biayanya.

“Harusnya ini menjadi tanggung jawab KPU dan pemerintah. Duit harus segera turun,” kata Joserizal.

Jika hal ini terus diabaikan oleh KPU, Joserizal mengatakan tidak segan untuk membawa permasalahan tersebut ke dunia internasional melalui UNHRC dan ICC/ICJ. Karena menurutnya pembiaran itu masuk dalam kategori kejahatan kemanusiaan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)