Friday, 24 May 2019

Mengejutkan! Sandiaga yang Dikenal “Cool”, Sampaikan Pidato yang Menggetarkan

Mengejutkan! Sandiaga yang Dikenal “Cool”, Sampaikan Pidato yang Menggetarkan

Foto: Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pidato dalam acara ‘Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019’ yang digelar di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Selasa (14/5). Sandi yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang cool, secara mengejutkan menyampaikan pidato yang sangat tegas dan berani.

Hal itu dilakukan Sandi karena dirinya menyaksikan banyak kemungkaran dan ketidakadilan terjadi selama perhelatan Pilpres ini. Berbagai rintangan mulai sulitnya perizinan kampanye, penghadangan yang dilakukan massa dari lawan politik, fitnah dan rekayasa kasus terkait kunjungan di sejumlah daerah hingga aroma money politics yang sangat kuat.

Belum lagi dugaan kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, massif, dan brutal, kriminalisasi dan penangkapan terhadap pendukung Prabowo-Sandi hingga terjadinya tragedi kemanusiaan meninggalnya ratusan petugas pemilu.

Sandi yang selama ini dikenal kalem dan santun akhirnya menjadi seperti ‘singa padang pasir yang mengaum keras’ pada akhir pidatonya.

Berikut isi lengkap pidato Sandi:

Pemilu 2019 yang sedang kita jalani saat ini menorehkan sejumlah catatan yang memprihatinkan.

Yang pertama dan utama, banyaknya keluarga yang harus kehilangan orang tua, dan sanak saudara. Lebih dari 500 petugas penyelenggara Pemilu wafat. Lebih dari 3.000 orang lainnya dirawat. Kita berdoa, semoga yang wafat semoga husnul khotimah, yang sakit segera disembuhkan, dan korban jiwa tidak terus bertambah.

Dengan pahit kita harus menerima kenyataan, inilah Pemilu paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia. Suatu pelajaran yang amat mahal yang harus kita jadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaraan Pemilu di waktu-waktu mendatang.

Kedua, kita juga mencium aroma politik uang yang sangat tajam, tertangkapnya ratusan ribu amplop yang disiapkan untuk serangan fajar yang melibatkan pejabat tinggi BUMN dan pejabat tinggi pemerintahan. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan telah dibuat terlena, bukannya memilih sesuai hati nurani, tetapi dipaksa atau setengah dipaksa memilih yang memberikan iming-iming uang. Ini sungguh-sungguh menciderai demokrasi kita.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)