Friday, 24 May 2019

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, MER-C Ajukan Gugatan ke Mahkamah Internasional

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, MER-C Ajukan Gugatan ke Mahkamah Internasional

Tim dari MER-C menyampaikan pandangan mereka terkait bencana kemanusiaan Pemilu 2019 di Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Jakarta, Swamedium.com — MER-C siap ajukan gugatan ke ICC/ICJ dan United Nation Human Right Council (UNHRC)
jika Pemerintah dan KPU Tetap Abai
atas kasus bencana kemanusiaan Pemilu 2019.

“Sejak berlangsungnya Pemilihan Umum Eksekutif dan Legislatif pada tangal 17 April 2019 lalu hingga hari ini kita disuguhi kurva angka kematian dan kesakitan para petugas KPPS yang terus meningkat dari hari ke hari, tanpa bisa berbuat banyak. Korban-korban terus berjatuhan hingga menembus angka 600 lebih yang meninggal,” kata Inisiator, MER-C, dr. Jose Rizal melalui rilisnya, Rabu (15/5).

Litbang salah satu TV swasta bahkan pada hari Selasa/14 Mei 2019 kemarin merilis jumlah korban meninggal akibat Pemilu sudah mencapai 606 orang. “Sementara untuk korban sakit jika kita merujuk pernyataan Kemenkes yang menyampaikan data terakhir dari KPU menyebutkan bahwa petugas KPPS yang menderita sakit usai menjalankan tugas sebanyak 10.997 orang,” ujar Jose.

MER-C sejak 2 minggu pasca Pemilu, telah menetapkan jatuhnya korban-korban sebagai bencana kemanusiaan. MER-C pun membentuk Tim Mitigasi Kesehatan Bencana Pemilu 2019. MER-C juga membuka Call Center untuk masyarakat dan keluarga korban melaporkan apabila ada anggota keluarga mereka yang sakit dan meninggal usai bertugas untuk ditindaklanjuti oleh Tim MER-C. MER-C juga tengah fokus melengkapi data base tentang penyebab kematian korban-korban Pemilu.

“Bagaimanapun sebuah bencana kemanusiaan telah terjadi. Sebuah kondisi luar biasa yang seharusnya mendapat perhatian cepat dan serius dari Pemerintah dan KPU,” tegas Jose.

Menyikapi bencana ini, MER-C menilai Pemerintah dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu tahun ini telah abai kemanusiaan, melakukan pembiaran dan tidak melakukan upaya serius yang signifikan dalam menangani kasus ini, menyebabkan anak-anak bangsa terus berjatuhan dari hari ke hari. “Tidak ada upaya serius untuk melakukan tindakan mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak,” tukasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)