Tuesday, 18 June 2019

Berbeda dengan Menkeu, Respons Sandiaga Brilian soal Defisit Neraca Perdagangan

Berbeda dengan Menkeu, Respons Sandiaga Brilian soal Defisit Neraca Perdagangan

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Jakarta, Swamedium.com — Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi kondisi neraca perdagangan RI yang alami defisit terburuk sepanjang sejarah.

“Pagi ini, kita semua mendengar berita yang tidak baik, dimana neraca perdagangan kita bulan April ini mengalami defisit terburuk sepanjang sejarah, yakni defisit 2,5 Miliar Dollar,” kata Sandi, di Makassar, Kamis (16/5).

Sandi mengingatkan apa yang dikhawatirkan soal neraca perdagangan ini pada debat ketiga bulan Maret 2019 lalu, namun saat itu Pemerintah meremehkannya.

“Isu defisit anggaran ini pernah saya dan Pak Prabowo angkat dalam debat Capres-Cawapres bulan maret lalu, namun pemerintah menanggapinya seakan hal ini tidak begitu mengkhawatirkan, dan akhirnya apa yang saya takutkan benar-benar terjadi,” ujar Sandi mengingatkan publik.

Sandiaga lantas mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi kepada negara untuk mengurangi defisit tersebut.

“Jika kita mau berkontribusi untuk mengurangi defisit neraca perdagangan kita, caranya ialah kita harus biasakan konsumsi produk-produk lokal, kita kuatkan produksi nasional, dan dorong ekspor,” ajak Sandi.

Tak hanya itu, Sandi juga meminta Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap rakyat, menghentikan impor saat panen raya, dan swasembada pangan dan energi.

“Untuk pemerintah, hadirkan kebijakan untuk swasembada dalam bidang pangan dan energi untuk menekan tingginya defisit neraca perdagangan,” kata Sandi.

“Upaya mendorong swasembada pangan bisa diwujudkan dengan memperlancar pemberian pupuk dan bibit bagi petani, memberikan obat-obatan murah dan menghentikan impor saat panen raya,” tukas Sandi.

“Upaya swasembada energi bisa dilakukan dengan membangun kilang-kilang minyak, menggunakan energi biofuel dengan memanfaatkan kembali 10 juta hektare lahan rusak,” tegas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Menkeu Salahkan Pemilu dan Lebaran penyebab defisit?

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)