Tuesday, 15 October 2019

Menkeu Diduga Rugikan Negara Rp 663,4 miliar

Menkeu Diduga Rugikan Negara Rp 663,4 miliar

Foto. Menteri Keuangan Sri Mulyani ingatkan agar APBD tidak dikorupsi. (ist)

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani telah dua kali menerbitkan surat utang serupa, pada 31 Mei 2018 dan 8 Juni 2017, dengan jumlah masing-masing sama sebesar 100 miliar yen (Rp 13,2 triliun).

Filipina telah menerbitkan surat utang Samurai Bonds pada 9 Agustus 2018 dengan nilai sebesar 154,2 miliar yen, yang terbagi menjadi:

1. 107 miliar yen memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 0,38%

2. 65,2 miliar yen memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 0,54%.

3. 40 miliar yen memiliki tenor 10 tahun dengan kupom 0.99%.

Sedangkan rencana Samurai Bonds yang akan diterbitkan Indonesia pada 22 Mei 2019 sebesar 177 miliar yen, terbagi menjadi:

1. 75,7 miliar yen memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 0,54%

2. 80,2 miliar yen memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 0,83%.

3. 7,6 miliar yen memiliki tenor 10 tahun dengan kupon 1,17%.

4. 4,5 miliar yen memiliki tenor 7 tahun dengan kupon 0,96%. 5. 5 miliar yen memiliki tenor 20 tahun dengan kupon 1,79%

Perhatikan baik-baik. Bandingkan Samurai Bonds milik Filipina dan Indonesia pada tenor yang sama (3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun), tampak tingkat kupon yang diberikan Indonesia ketinggian 0,16% – 0,29% dari tingkat kupon yang diberikan Filipina.

Memang sekilas, selisih bunga dengan nilai sekian tampak sangat kecil. Tapi setelah kami simulasikan dengan rumus bunga majemuk, pada kondisi yang ada diselisihkan dengan kondisi yang seharusnya (kupon lebih rendah 0,2%-0,3%), ternyata nilai kelebihan bayar utang plus bunganya lumayan besar.

Bila Indonesia dapat memasang tingkat kupon sama dengan Filipina saja, maka dari rencana penerbitan Samurai Bonds tanggal 22 Mei nanti seharusnya Indonesia dapat menyelamatkan uang rakyat sebesar 1,5 miliar yen (Rp 271,1 miliar).

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.