Sunday, 20 October 2019

Lieus Sungkharisma dan Kebangkitan Nasional Kedua

Lieus Sungkharisma dan Kebangkitan Nasional Kedua

Lieus Sungkharisma dalam kondisi diborgol saat tiba di Bareskrim Polri.

Sekali lagi, karena ketokohannya dan sejarah perjuangannya,
Kehadiran Lius dalam perjuangan kelompok2 Islam militan dan #2019 Ganti Presiden, tentunya dapat membangun sebuah konstruksi kebangkitan nasional kedua. Kebangkitan Nasional di masa lalu adalah klaim kebangkitan pribumi mengusir penjajahan. Sampai 73 tahun Indonesia Merdeka, segregasi masyarakat pribumi vs. non pribumi keturunan Tionghoa dirasakan semakin jauh. Sebab, misalnya kehadiran orang2 Tionghoa dalam berpolitik tidak dimasukkan dalam agenda “affirmative policy” bagi kesejahteraaan pribumi. Misalnya, seperti sedang terjadi di Afrika Selatan dan Malaysia. Melainkan, tetap saja mempertahankan status quo oligarki ekonomi dan kesenjangan sosial. Situasi sosial yang selalu dipertahankan kekuatan anti kebaikan.

Penutup

Sejarah bangsa kita adalah sejarah pengkhianatan demi pengkhianatan. Berkuasanya negara kecil Belanda selama 350 tahun di bumi ini bukan karena mereka hebat, tapi kitalah yang lemah. Kelemahan itu bersumber dari masalah keberanian dan pengkhianatan.

Diantara perebutan pengaruh dunia, barat vs RRC di kawasan pasifik, khususnya Indonesia, Indonesia hanya bisa dihargai jika kekuatan bersama rakyat dibangun. Hal itu hanya bisa maksimal jika semua unsur rakyat saling memperkuat. Dan keadilan, khususnya ekonomi dijalankan.

Fenomena Lius Sungkharisma mewakili kalangan Tionghoa dalam perjuangan keadilan dan demokrasi, semoga menjadi jalan Tuhan agar bangsa kita ke depan menemukan kekuatan besarnya sebagai bangsa kuat, solid dan mampu disegani.

Teriring doa, semoga Koh Lius sabar dan tabah di penjara dalam menghadapi tudingan makar. Semoga Tuhan bersamamu.

*Penulis: Dr.Syahganda Nainggolan (Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle)

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.