Thursday, 18 July 2019

Politik Pasca Jokowi

Politik Pasca Jokowi

Foto: Widhyanto Muttaqien di depan kedai kopi miliknya. (Facebook)

salah satu isu yang akan diusung dalam aksi damai anti pemilu curang adalah kembali kepada Pancasila dan UUD 1945. dimana kesalahannya, pertama, dugaan kecurangan yang disertai bukti akan memecah belah persatuan Indonesia. kedua, kecurangan yang telanjang dan brutal telah menarik dengan sendirinya kepercayaan masyarakat, terutama para pemilih. ketiga, budaya politik yang dibangun dalam lima tahun adalah budaya politik paling primitif dalam sejarah komunikasi politik di Indonesia merdeka, dan ini menjadi titik masuk berkhianatnya para elit politik seperti jaman kompeni bekerjasama lewat ideologi merkatilisme mereka untuk menguasai sumberdaya alam. keempat, keragaman Indonesia dari sisi budaya digerus habis-habisan oleh politik penunggalan neo Orba lewat pengkultusan Jokowi tak pernah salah, dan ini sangat berbahaya karena menggunakan mesin birokrasi yang seharusnya melayani masyarakat bahkan dalam keadaan darurat sekalipun.

tanggal 22 Mei, akan terjadi, besok lusa atau di hari lain. bukan karena Pilpres namun karena krisis kepemimpinan. tak ada preseden sebelumnya peserta aksi yang akan berdemo secara konstitusional melakukan tindakan makar atau yang sebanding dengannya. justru dengan mendemonisasi kelompok anti pemilu curang sebagai orang yang berbuat makar, masyarakat secara luas akan bertanya-tanya. apa maksud rezim Jokowi takut terhadap keterbukaan dan tuntutan pemilu yang adil dan jujur. dan mengapa Jokowi sperti kehilangan sense of crisisnya sebagai pemimpin Indonesia yang bhineka, mengapa alat-alat perang justru disiagakan. salam damai merah putihku.

*Penulis: Widhyanto Muttaqien (Penikmat kopi dan literasi)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)