Sunday, 22 September 2019

Seruan Aksi BEM-SI di Gedung MPR/DPR

Seruan Aksi BEM-SI di Gedung MPR/DPR

Foto: Aksi BEM SI sudah berhadap-hadapan dengan aparat. (Dipo/Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Merespon berbagai problematika Pemilu Serentak 2019, seperti jatuhnya korban jiwa yang berasal dari panitia KPPS, polarisasi di tengah-tengah masyarakat, dan banyaknya upaya represif pemerintah terhadap kebebasan berpendapat, BEM UI 2019 menghadiri Kongres Kebangkitan Mahasiswa yang dilaksanakan pada Minggu, 19 Mei 2019 di Institut Pertanian Bogor.

Berdasarkan dinamika di dalam kongres, BEM UI 2019 bersama dengan Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyepakati beberapa poin dalam Ketetapan Kongres, yaitu:

1. Berkaitan dengan momentum Refleksi 21 Tahun Reformasi Indonesia, Aliansi BEM Seluruh Indonesia berkomitmen untuk mengawal keberlangsungan kehidupan demokrasi di Indonesia. Dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, BEM Seluruh Indonesia melihat masih adanya upaya-upaya represif dari pemerintah terhadap kebebasan berpendapat yang berlawanan dengan keberlangsungan kehidupan demokrasi bangsa kita. BEM Seluruh Indonesia mengecam sikap represif pemerintah terhadap kebebasan berpendapat karena dapat memperkeruh suasana politik saat ini.

2. Merespon tragedi kemanusiaan pada Pemilu Serentak 2019, Aliansi BEM Seluruh Indonesia memandang perlunya kebijakan data satu pintu untuk memperjelas pendataan korban. Aliansi BEM Seluruh Indonesia juga mendesak pemerintah untuk membentuk tim yang bertugas mengevaluasi pemilu dari perspektif kesehatan sebagai pertimbangan pelaksanaan pemilu selanjutnya. Aliansi BEM Seluruh Indonesia mengajak setiap elemen untuk melaporkan secara hukum apabila terdapat bukti pelanggaran hukum dibalik meninggalnya perangkat pemilu dan menyerukan agar kasus ini tidak dipolitisasi.

3. Menanggapi potensi perpecahan bangsa akibat polarisasi politik yang terjadi, demi menjaga keutuhan bangsa, BEM Seluruh Indonesia mengajak segala lapisan masyarakat untuk secara kritis menanggapi kontestasi politik yang terjadi saat ini. Hal ini bertujuan agar kontestasi di kalangan elit tidak berdampak buruk sehingga menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat. Apabila memang dibutuhkan sebuah upaya untuk menyatakan pendapat, kami mengimbau agar dilakukan dalam kerangka hukum dan demokrasi.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)