Friday, 23 August 2019

Aksi Kedaulatan Rakyat Dituding Perusuh, Ini Kesaksian Mengagumkan Peserta Aksi

Aksi Kedaulatan Rakyat Dituding Perusuh, Ini Kesaksian Mengagumkan Peserta Aksi

Jakarta, Swamedium.com — Maraknya pemberitaan media khususnya media arus utama yang cukup tendensius menyebut massa aksi kedaulatan rakyat di Bawaslu, Selasa (21/5) sebagai perusuh, membuat salah satu peserta aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) menyampaikan kesaksian yang mengagumkan terkait kondisi yang sebenarnya terjadi.

Gatot Widayanto, seorang Alumni ITB yang bersama istrinya mengikuti aksi kedaulatan rakyat, mengunggah kesaksiannya melalui akun Facebooknya, Rabu (22/5) dinihari tadi.

“Lebih tepatnya pilpres ini memberikan hikmah bertambahnya teman-teman baru yang peduli dengan kejujuran dan keadilan. Saya tidak sepenuhnya setuju adanya polarisasi karena secara alami memang ada dan itu wajar saja. Namun, fenomena bertambahnya teman ini luar biasa sekali, saya (dan istri saya) rasakan langsung tadi malam dalam GNKR di perempatan Sarinah BAWASLU.”

“Istri saya mendapat kenalan baru saat menyaksikan orasi beberapa saudara kami di depan BAWASLU. Teman baru ini, tanpa diundang, ramah menyapa istri saya dan semangatnya untuk datang ke BAWASLU luar biasa. Ia bercerita bahwa dirinya sedih melihat teman-temannya merayakan kemenangan di atas kecurangan.”

“Sebelumnya, saat shalat Maghrib di masjid Al-Hikmah, Sarinah, istri saya disapa dan berkenalan dengan ibu-ibu muda yang bersama lima orang dalam kelompoknya dari Priok sengaja berniat menginap di masjid ini, ikut langsung dalam GNKR selama dua hari hingga esok.”

Gatot Widayanto beserta istri di lokasi aksi kedaulatan rakyat.

“Saya berkenalan juga dengan orang soleh (kelihatan beliau ini ahli ibadah) yang pada saat shalat Maghrib berjamaah di masjid Al-Hikmah berada di sebelah kanan saya, saf paling depan. Beliau kelihatan siap sekali hadir di GNKR ini dengan perbekalan yang cukup. Beliau tinggal di Sumur Batu, Jakarta. Kami berbincang-bincang saat berjalan kaki dari masjid menuju perempatan Sarinah BAWASLU yang harus muter jauh karena barikade Polisi Baik.”

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)