Friday, 13 December 2019

Kerusuhan di Tanah Abang Dipicu Penangkapan Warga oleh Polisi

Kerusuhan di Tanah Abang Dipicu Penangkapan Warga oleh Polisi

Massa dan warga yang dievakuasi ke salah satu

Jakarta, Swamedium.com — Kerusuhan di kawasan Tanah Abang usai polisi membubarkan massa aksi kedaulatan rakyat di Bawaslu, Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dinihari, dipicu oleh penahanan warga Tanah Abang, Jakarta Pusat oleh aparat kepolisian.

Sebelumnya sudah ada perundingan antara masyarakat Tanah Abang yang diwakili oleh Tokoh Masyarakat, Jinton dengan perwakilan Polisi. Jinton dan warga berjanji akan kembali ke rumah masing-masing jika warga yang ditahan oleh kepolisian, dikembalikan. Namun polisi tidak dapat memastikan sampai dengan saat terjadinya bentrok.

Sementara warga Tanah Abang tetap bertahan untuk membebaskan warga yang ditangkap. Dilaporkan, ada tiga warga yang ditangkap kepolisian.

“Jadi berawal dari ricuh di depan bawaslu jam sebelasan (malam), ada tiga warga tanah abang ditangkap dibawa ke gedung bawaslu,” ujar salah satu warga yang menjadi saksi mata.

Warga yang tak mau disebut namanya itu menambahkan, karena rekan mereka ada yang ditangkap, warga pun bertahan.
“Nah warga ini berkumpul di sekitar pinggir gedung bawaslu, minta warga mereka yang ditahan dibalikin,” ujarnya.

“Mereka bertahan cukup lama, karena negosiasi dengan pihak kepolisian cukup alot. Akhirnya ada satu orang warga dikembalikan tapi masih dua orang warga yang masih ditahan,” imbuhnya.

Warga memutuskan untuk tetap bertahan sampai semua rekannya dikembalikan. Di saat yang sama, aparat kepolisian pun mengambil tindakan represif membubarkan massa warga dengan menembakkan gas air mata.

“Karena polisi juga bertahan tidak mengembalikan dua warga, akhirnya polisi membubarkan paksa dengan melontarkan gas air mata, pecah deh (kerusuhan),” katanya.

Kerusuhan di kawasan Tanah Abang ini berawal di sepanjang jalan MH. Thamrin, Kebon Kacang, sampai dengan Tanah Abang persis dibawah flyover. (Ucy)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.