Friday, 19 July 2019

22 Mei 2019, Satu Malam yang Mencekam

22 Mei 2019, Satu Malam yang Mencekam

Foto: Nael/swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Sekira pukul 19.50 an, mobil komando yg di dalamnya a.l. ada Fadli Zon & Neno Warisman mulai meninggalkan lokasi (perempatan Sarinah-Bawaslu). Sebelumnya massa diimbau utk meninggalkan lokasi. Sekira 5 menit sebagian massa sudah mengarah ke Sabang dan Cemara. Tp sebagian lain masih bertahan di lokasi.

Sekira pukul 20.09 massa yang tidak jelas asalnya mulai memancing aparat dengan lontaran kembang api. Tak lama, aparat membalas dengan tembakan gas air mata. Mundur beberapa saat, massa kembali datang dengan gelombang yang lebih besar. Kardus2 dan sampah2 di jalan mulai dibakar. Situasi semakin panas.

Bentrok saling serang terjadi selama beberapa jam. Massa sudah didesak mundur di Jl Wahid Hasyim (Sabang). Selama 3 jam mobil ambulance mondar mandir mengangkut korban yang jatuh bergantian. Keterbatasan mobil ambulance membuat banyak pengendara motor menjadikan motornya sebagai ambulance darurat. Tak sedikit para biker Gojek & Grab yang ikut membantu evakuasi korban. Jalan Sabang – Gondangdia/Cut Mutia disterilkan massa utk mempermudah evakuasi.

Dalam catatan saya, dari jam 20.09 sampai pukul 00.00, lebih dari 100x mobil ambulance mondar mandir. Korban ringan diangkut ke Rumah Aspirasi Prabowo Sandi di Jl. Cut Mutia berdekatan dengan Masjid Cut Mutia. Korban yang agak serius dilarikan ke RS. Sekitar pukul 23.17 seiring meningkat tajamnya proses evakuasi korban, Prabowo, Dahnil Simanjuntak, Reza Patria tiba di Rumah Aspirasi. Sebelumnya sekira pukul 23.07 Sjafrie Sjamsoeddin sudah lebih dulu tiba di Rumah Aspirasi. Mereka selama beberapa saat menjenguk para korban yang rata-rata masih usia remaja.

Sekira pukul 23.40 Prabowo dan rombongan meninggalkan Rumah Aspirasi. Menurut informasi, mereka menuju Rumah Perjuangan di kawasan Cikini.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)