Monday, 17 June 2019

“yang penting kita bikin rusuh aja, biar nanti 02 yang disalahkan”

“yang penting kita bikin rusuh aja, biar nanti 02 yang disalahkan”

Foto: Nael/swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Saya tidak bisa menulis semua yang saya lihat ketika turun di 21-23 Mei dini hari. Saya tidak ikut bersama demonstran yang protes ke bawaslu. saya tidak berpihak. saya bertugas sebagai jurnalis untuk INA Agency news, media jaringan dari Jurnalis Islam Bersatu. Semua berita saya di editorkan untuk diterbitkan di media media jaringan Jurnalis Islam Bersatu. Mulai dari Islampos hingga arrahmah.com.

Fakta resmi soal apa yang terjadi di lapangan terkait dinamika kerusuhan 21-23 Mei jauh lebih baik dari berita berita resmi yang keluar dari media jaringan JITU. termasuk Kiblat.net hingga Hidayatullah.com.

Namun, dilapangan memang saya menemukan ada orang orang berbisik. “Tugas kita merusuh saja, biar nanti 02 yang disalahkan”. Kuping saya mendengar kordinasi tersebut ketika beristirahat di Kemanggisan, berhenti sejenak di tanah abang, hingga bergerilya di sekitar Thamrin hingga Cipinang muara. Orang orang bayaran?

Aksi protes ke Bawaslu, ada aksi damai pada awalnya. Hingga pecah kerusuhan. Berita yang mengatakan rakyat menyerang polisi. Bisa dipastikan bukan dari peserta aksi damai ke bawaslu. Entah darimana datangnya. Chaos yg di rakit terstruktur. Masa aksi damai yang sudah bubar lalu muncul masa yang tidak tahu dari mana menyerang polisi.

Polisi menembakkan gas air mata. Tentu saya melihat polisi juga bingung membedakan mana demonstran dari masa pro 02 dan penyusup yang datang pasca bubarnya aksi. Alhasil banyak sekali gas air mata jatuh tidak pada target dan berdampak mengganggu masyarakat umum.

Masyarakat umum terpancing. Kondisi semakin tidak kondusif. Para provokator, masyarakat membaur. Aparat sudah tidak bisa membedakan mana sipil dan penyusup. kerusuhan pecah menyebar.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)