Monday, 26 August 2019

Cerita Warga Soal Aksi Beringas Aparat di Kampung Bali

Cerita Warga Soal Aksi Beringas Aparat di Kampung Bali

Kawasan Masjid Al Huda, Kampung Bali yang viral di media sosial.

Jakarta, Swamedium.com — Beberapa warga di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang ditemui Tempo pada Jumat 24 Mei 2019, menceritakan kembali bagaimana aparat yang diduga anggota Brigade Mobil (Brimob) Polri melakukan kekerasan brutal pada Kamis pagi, 23 Mei 2019 buntut kerusuhan 22 Mei.

Seorang sumber yang juga warga di sana menceritakan pagi itu sekitar pukul 06.30 WIB, dia memang ada di area sekitar Jalan Kampung Bali XVII. Kebetulan, di tengah jalan kecil tersebut, ada sebuah pangkalan ojek online. Sayang, warga ini menolak menyebutkan namanya karena khawatir akan keselamatannya.

Menurut warga ini, saat dia datang di Kampung Bali, seorang rekannya yang juga sopir ojek online sedang tidur di pangkalan mereka. Tidak berselang lama, suara tembakan terdengar dari arah Jalan Kampung Bali XXXIII atau tak jauh di ujung markas mereka ini.

“Tahu-tahunya di sana sudah rame,” kata dia kepada Tempo, Jumat, 24 Mei 2019.

Dia lalu melihat sekelompok orang berseragam hitam, berhelm, dan membawa pentungan memasuki Jalan Kampung Bali XVII dan mulai menendang pintu-pintu warung yang ada di sana. Mereka seperti mencari seseorang. Karena takut, pria ini sontak kabur, lari ke arah sebaliknya menuju Jalan Kampung Bali XXXII. “Saya balik badan, karena di sana banyak anak-anak saya lihat,” kata dia.

Dia meninggalkan rekannya yang masih tidur di basecamp ojek online. Dari ujung Jalan XXII, dia melihat aparat anggota Brimob sudah sampai di pangkalan dan langsung membawa rekannya. “Pas saya lihat, mukanya sudah hancur,” kata dia.

Seorang sopir ojek lain yang ditemui Tempo hari itu, membenarkan keterangan ini. Dia mengaku sempat makan sahur bersama sopir ojek online yang ditangkap itu. “Kami makan nasi Padang di basecamp,” katanya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)