Thursday, 22 August 2019

Majelis Mujahidin: Jokowi Tidak Berhak Sebagai Presiden RI

Majelis Mujahidin: Jokowi Tidak Berhak Sebagai Presiden RI

Ilustrasi

Yogyakarta, Swamedium.com — Majelis Mujahidin menyampaikan sikapnya terkait kejahatan kemanusiaan dan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.

Dengan menimbang segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satu sikap Majelis Mujahidin memutuskan Joko Widodo tidak berhak menjadi Presiden Republik Indonesia.

Selengkapnya, isi pernyataan sikap Majelis Mujahidin adalah sebagai berikut:

Sikap Majelis Mujahidin Terhadap
Kejahatan Kemanusiaan dan Kecurangan Pemilu 2019

Menimbang:
1. Umat Islam dan Ulama sebagai tulang punggung kemerdekaan Indonesia dan NKRI memiliki tanggung jawab penuh mengawal NKRI dari penyimpangan konstitusi.

2. Pemilihan Umum 2019 sebagai mekanisme konstitusional merupakan momentum penting untuk memilih Pemimpin negara (Presiden), wakil Presiden dan anggota legislatif periode 2019 – 2024 secara jujur dan adil. Namun terindikasi kuat terjadinya kecurangan secara terstruktur, sistimatis dan masif; yang merugikan lawan politik dan mengkhianati amanah rakyat.

3. Tragedi kematian petugas KPPS, hingga lebih dari 500 orang, dan ribuan orang yang mengalami sakit, sesuatu yang tidak lazim dalam pesta Demokrasi. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang mengundang duka nasional bagi bangsa Indonesia, namun dianggap hal biasa saja oleh rezim dan penyelenggara pemilu.

4. Negara Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan berideologi sosialis, nasakom maupun komunis. Sehingga pemerintah tidak dibenarkan membuat peraturan, hukum dan undang-undang yang bertentangan dengan aturan Tuhan (Agama), tidak diperkenankan melakukan penodaan terhadap agama, atau mengintimidasi umat dan tokoh agama.

Mengingat:

1. Perintah Allah Swt di dalam Qs. Ali ‘Imran ayat 159 dan Qs. Asy-Syura ayat 38, tentang kewajiban kaum muslimin untuk bermusyawarah di dalam menjalankan urusan kemasyararakatan, pemerintahan dan kenegaraan.

2. Kewajiban menolong pihak yang dizalimi dan mencegah pihak yang berbuat zalim. (Hadits riwayat Imam Bukhari)

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)