Sunday, 22 September 2019

Negarawan atau Hartawan

Negarawan atau Hartawan

Ruslan Ismail Mage

Photo Credit To foto ilustrasi politik uang

Jakarta, Swamedium.com — Tidak bisa dipungkiri sejak GBHN dihilangkan pasca reformasi, negeri besar dan kaya raya ini sepertinya berjalan tanpa arah, laksana kapal pesiar mewah yang berlayar tanpa kompas. Kalaupun masih punya arah, arahnya menuju rumah kapitalis pemilik modal asing. Itulah sebabnya setiap pemilu di negeri ini kapitalisme global selalu bermain catur mengatur strategi untuk mendukung sepenuhnya kemenangan raja yang bisa didudukkan di istana boneka.

Kondisi ini membuat politik bukan lagi disatukan untuk membangun peradaban dan kemaslahatan bangsa, tetapi sebaliknya politik hanya disatukan oleh dua hal yaitu “kepentingan” dan “ketakutan”. Pertama, selama kepentingannya sama dengan pemilik modal, pasti berlomba-lomba berjuang memenangkan sang raja. Kedua, selama ketakutannya sama akan kehilangan kerajaan bisnis kalau rajanya kalah, maka segala macam cara wajib dilakukan untuk menguasai pasar demokrasi, walau taruhannya kegaduhan politik menyeruak ke ruang publik.

Dalam beberapa literatur dijelaskan, campur tangan kapitalisme modal dalam setiap pemilu di negara-negara dunia ketiga, menyebabkan negara itu pasti mengalami “defisit negarawan” dan saat yang bersamaan terjadi “inflasi politisi” yang secara kuantitas berlebih, namun secara kualitas rakyat tidak merasakan manfaatnya, karena para politisi hanya berlomba mencari peruntungan diri dan kelompoknya.

Indonesia sebagai negara besar dan kaya raya tidak lepas dari kondisi seperti ini. Sejak era pergerakan sampai kemerdekaan, selalu surplus negarawan yang lihai dan bijak mendesain negara menjadi bangsa yang disegani secara politik, dihargai secara ekonomi, dan dihormati secara budaya oleh bangsa-bangsa lain. Sebagaimana sejatinya negarawan yang ahli dalam kenegaraan, ahli dalam menjalankan negara (pemerintahan), pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dengan kebijaksanaan dan kewibawaan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)