Sunday, 15 December 2019

Geruduk Mapolda Sumsel, Ribuan Warga Palembang Tuntut Kapolri Mundur

Geruduk Mapolda Sumsel, Ribuan Warga Palembang Tuntut Kapolri Mundur

Foto: Unjuk rasa ribuan warga Palembang tuntut Kapolri mengundurkan diri.

Jakarta, Swamedium.com — Ribuan warga Palembang yang tergabung dari ormas Islam dan majelis taklim di Sumatera Selatan menuntut Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengundurkan diri dari jabatannya, Selasa (28/5).

Mereka yang mengatasnamakan sebagai Gerakan Rakyat Menggugat Pelanggaran Hak Asasi Manusia (Geram) itu meminta pertanggungjawaban Kapolri atas tindakan aparat yang disebutnya represif sehingga menyebabkan tewasnya 8 warga usai aksi yang digelar di Kantor Bawaslu RI 21-22 Mei lalu.

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel Umar Said saat mendeklarasikan pernyataan sikapnya berujar, Kapolri Tito yang merupakan warga asal Palembang sudah berbuat banyak selama menjabat. Namun, dia menilai tindakan represif oknum aparat kepolisian telah mencederai demokrasi dan menjadi pelanggaran HAM berat.

Padahal menyampaikan pendapat di muka umum sudah diatur oleh undang-undang dan tidak boleh dihalang-halangi oleh aparat.

“Kami menuntut Kapolri untuk mundur. Kalau tidak orang Sumsel tidak punya muka lagi,” ujar dia.

Habib Mahdi Shahab juga turut hadir dan berorasi yang disambut sangat antusias oleh ribuan jamaah yang hadir.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa aksi awalnya melaksanakan salat asar berjemaah di Masjid Agung Palembang. usai menunaikan salat, ratusan massa melakukan konvoi sejauh 4 kilometer menuju Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan. Setibanya di lokasi, massa memulai aksi dengan berselawat dan melantunkan surat Yassin.

Koordinator Aksi Donny Meilano mengatakan, peristiwa bentrokan usai aksi damai di Bawaslu RI beberapa waktu lalu merupakan tragedi kemanusiaan. Oleh karena itu gabungan ormas islam dan majelis taklim di Palembang ini menunjukkan solidaritasnya untuk para korban yang tewas ditembak oleh para oknum aparat di Jakarta.

“Kami menuntut agar polisi betul-betul mengusut, siapa pelaku yang menembak mati para korban itu. Ini nyawa, sedih. Kapolri harus bertanggung jawab,” ujar dia.

Pages: 1 2

Related posts

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.