Kamis, 15 April 2021

Jokowi Mundurlah

Jokowi Mundurlah

Foto: Kabid Sospol JIMI, Muammar. (Dok. JIMI)

Jakarta, Swamedium.com — Insiden 21-22 Mei 2019 bukanlah perkara ringan setelah jatuhnya korban jiwa dari anak bangsa. JIMI (Jaringan Intelektual Muda Islam) mendesak Jokowi sebagai kepala negara mundur karena gagal mengatasi aksi protes dengan damai. Aksi protes terhadap pilpres merupakan bukti kegagalan Jokowi dalam pelaksanaan pilpres meski KPU sebagai pelaksana tekhnisnya.

Banner Iklan Swamedium

Pilpres 2014 tak seburuk sekarang, saat itu SBY Presidennya. Tidak ada aksi protes dari rakyat apalagi korban jiwa dari rakyat. Angka meninggal petugas di TPS juga meningkat dibandingkan pemilu 2014. Pemilu serentak merupakan hasil kompromi pemerintah dan DPR, kedua lembaga ini (eksekutif dan legislatif) punya andil atas jatuhnya korban.

Terkait aksi 21-22 Mei JIMI menilai hal terjadi sebagai akumulasi kegagalan Jokowi memimpin Indonesia, bukan hanya soal pilpres namun hal lainnya. Jokowi pernah janji akan membuka kasus pelanggaran di masa lalu tapi faktanya pelanggar HAM malah dijadikan menteri, kan aneh jadinya, inkonsisten dan cenderung munafik.

Pembatasan penggunaan sosial media serta penangkapan aktivis yang kritik pemerintah merupakan ciri pemerintahan tiran. Jangan-jangan demokrasi kita merupakan demokrasi rasa tiran. Karenanya Jokowi Mundurlah, anda akan dikenang sebagai pemimpin demokrastis bila mendengar aspirasi rakyat untuk mundur. Contohlah Soeharto yang ikhlas mundur meski kekuasaannya melebihi anda hari ini.

Jangan korbankan negeri ini demi ambisi pribadi, jangan menunggu rakyat bersama mahasiswa bangkit lagi. Jangan menunggu korban jiwa terus berjatuhan, belum lagi ekonomi akan semakin terpuruk bila aksi kekerasan terus dilanjutkan saat rakyat menyampaikan kehendak. Negara ini dibangun dengan damai, dengan intelektualitas, bukan dengan kekerasan.

JIMI ingatkan kepada Jokowi bahwa pemerintahan tiran sehebat apapun pada akhirnya akan jatuh memalukan. Jokowi mundurlah, jadikan diri anda sebagai patriot bangsa, negarawan yang siap mundur demi kemaslahatan rakyat Indonesia. Jangan menunggu gerakan massif rakyat yang akan berhadapan dengan TNI-POLRI dan korban berjatuhan.

*Penulis: Muammar (Ketua Bidang Sosial Politik Jaringan Intelektual Muda Islam/JIMI)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita