Minggu, 28 Februari 2021

Ajukan Penangguhan Penahanan, Istri Mustofa Nahra dan Din Syamsuddin Jadi Penjamin

Ajukan Penangguhan Penahanan, Istri Mustofa Nahra dan Din Syamsuddin Jadi Penjamin

Prof Din Syamsuddin.

Jakarta, Swamedium.com — Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks, Mustofa Nahrawardaya mengajukan penangguhan penahanan, Selasa (28/5/2019). dalam pengajuan penangguhan penahanan tersebut pihakmya mengajukan jaminan.

Banner Iklan Swamedium

Kuasa hukum Mustofa, Sutawidhya menyebut istri Mustofa Nahrawardaya, Cahty Ahadianti yang menjadi jaminan tersebut.

Pengajuan penangguhan penahanan dilakukan karena Mustofa Nahra akan tetap kooperatif terkait kasus yang merundungnya. Sutawidhya menyebut, kliennya tak bakal melarikan diri ataupun merusak barang bukti.

“Tidak akan melarikan diri, tidak akan merusak dan menghilangkan barang bukti, tidak akan mengulangi tindak pidana, tidak akan mempersulit pemeriksaan, artinya kooperatif,” ujarnya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Selain Cahty, sejunlah tokoh dapat menjadi penjamin Mustofa. Salah satunya adalah Din Syamsudin.

“Seperti Din Syamsuddin dan sebagainya, dia kan anggota pengurus PP Muhammdiyah, biasanta tokoh masyarakat akan menjamin,” jelasnya.

Lebih jauh, Sutawidhya mengaku tak terlalu yakin pengajuan penangguhan penahanan terhadap kliennya akan dikabulkan oleh pihak kepolisian.

“Karena saya sudah pengalaman, penangguhan penanganan ini mungkin cuma 0,1 persen, kecuali ada mukjizat, dan 0,1 persen itu adalah mukjizat yang saya harapkan,” tutup Sutawidhya.

Untuk diketahui, Mustofa Nahrawardaya sudah ditahan pihak kepolisian karena diduga sebar berita bohong atau hoaks mengenai aksi 22 Mei. Mustofa Nahrawardaya juga terancam 5 tahun penjara.

Selama menjalani proses pemeriksaan, Mustofa Nahrawardaya akan ditahan selama 20 hari ke depan.

Kasus ini berawal dari cuitannya di akun Twitter @AkunTofa yang menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) meninggal setelah disiksa oknum aparat.

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Saya dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di kompleks Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik disisi Allah Swt., Amiiiin YRA,” demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa.

Sumber: Suara

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita