Jumat, 26 Februari 2021

Din Syamsuddin: Harus dibentuk tim pencari fakta tragedi 21-22 Mei

Din Syamsuddin: Harus dibentuk tim pencari fakta tragedi 21-22 Mei

Prof Din Syamsuddin.

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof M. Din Syamsuddin prihatin atas terjadinya tindakan kekerasan dalam penanganan unjuk rasa memprotes penetapan hasil Pemilu 2019 yang oleh sebagian masyarakat dianggap tidak jujur dan adil. Karena itu dia mendesak dibentuknya tim pencari fakta.

Banner Iklan Swamedium

“Jika tidak, tragedi Ramadhan 2019 ini akan menjadi lembaran hitam dalam kehidupan kebangsaan kita. Inilah saatnya keadilan dan kebenaran ditegakkan. Kalau tidak, Allah Yang Maha Adil akan menegakkannya, kalau tidak di dunia maka pasti di akhirat nanti,” kata Din, Rabu (29/5).

Belasan nyawa, termasuk yang berusia remaja, hilang sia-sia dalam unjuk rasa yang berlangsung tanggal 21-23 Mei 2019. Bahkan ada yang belum diketahui nasibnya hingga kini.

Menurut Din, hal itu adalah buah dari tindakan kekerasan yang mengenaskan di Bulan Suci Ramadhan. “Kekerasan telah mencederai kesucian Ramadhan. (Padahal) seyogyanya semua pihak, baik rakyat maupun aparat, dapat melakukan imsak atau pengendalian diri sebagai esensi ibadah Ramadhan,” ujarnya.

Yang lebih memprihatinkan lagi, kata Din, jika kekerasan fisik yang telah menimbulkan korban itu masih berlanjut pada kekerasan verbal dalam bentuk saling menyalahkan, bahkan dengan saling melempar tuduhan—dengan klaim akan kebenaran secara sepihak.

“Inilah awal dari malapetaka kebangsaan. Maka, tiada jalan lain untuk mengatasinya kecuali negara harus hadir menegakkan keadilan dan kebenaran,” pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu.

Din mengatakan, jangan sampai negara abai dan meluncur menjadi negara kekerasan dengan menampilkan kekerasan negara (state violence). “Untuk itu perlu dilakukan tabayun melalui tim pencarian fakta,” tegasnya.

Sumber: PWMU

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita