Selasa, 09 Maret 2021

Tangan Diborgol dan Pakai Baju Tahanan, Mustofa Tetap Yakin Bebas

Tangan Diborgol dan Pakai Baju Tahanan, Mustofa Tetap Yakin Bebas

Mustofa Nahrawardaya.

Jakarta, Swamedium.com — Tersangka kasus dugaan penyebaran hoax di media sosial, Mustofa Nahrawardaya, meyakini dirinya akan bebas dari kasus yang menjeratnya.

Banner Iklan Swamedium

Mustofa menyatakan hal tersebut saat dirinya dibawa penyidik dari gedung tahanan menuju ruang penyidikan, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019) siang pukul 11.20 WIB.

Mustofa mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye oranye dan dikawal Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul.

Dengan tangan terborgol, Mustofa nampak sumringah. Senyum tak pernah hilang dari wajahnya selama menuju ruang penyidikan.

Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu kemudian berkata kepada awak media yang berada dilokasi terkait keyakinannya bebas.

“Saya yakin bebas. Tenang aja. (Saya) Alhamdulillah sehat,” ujar Mustofa,
seraya mengacungkan dua ibu jarinya.

Dalam kesempatan terpisah, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan agenda terhadap Mustofa adalah konsultasi terkait masalah kesehatan.

Rickynaldo menegaskan hal ini bukanlah pemindahan tahanan dan hanya konsultasi apakah yang bersangkutan memiliki penyakit tertentu.

“Bukan dipindahkan. Mau di konsultasikan apakah benar punya rematik dan apakah ada dokter khusus yang mau dipanggil,” kata Rickynaldo, ketika dikonfirmasi.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik Bareskrim Polri akan melihat kondisi Mustofa Nahrawardaya, tersangka penyebaran hoax Brimob aniaya anak dibawah umur bernama Harun, sebelum memeriksanya.

Istri Mustofa, Cathy Ahadianti, menyebut sang suami mengidap penyakit asam urat, darah tinggi dan diabetes.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penyidik akan mempertimbangkan kesehatan Mustofa yang merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

“Penyidik tentunya melihat kembali kondisi fisik dan psikologis untuk memeriksa yang bersangkutan. Apabila kondisi kesehatan dan psikologisnya siap dimintai keterangan, nanti akan dimintai keterangan,” ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Namun apabila kondisi tersangka tidak siap untuk dilakukan pemeriksaan, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan yang bersangkutan akan dirawat di rumah sakit terlebih dahulu.

“Kalau kondisi kesehatan dan psikologinya belum siap, nanti akan dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Sebelumnya, istri Mustofa menuturkan bahwa yang bersangkutan sedang sakit. Penyakit yang dideritanya yakni asam urat, diabetes dan darah tinggi.

“Bapak ada tiga penyakit, kemarin lagi kumat ada darah tinggi, diabet sama asam urat. Baru dua hari ini beliau mulai puasa, makanya daya pantau,” terang Cathy.

Penyidik Bareskrim Polri telah menahan Mustofa untuk dua puluh hari ke depan terkait penyebaran hoax di media sosial.

Ia diduga melanggar pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang ITE dan atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Cuitan akun Mustofa yang dianggap bermasalah itu diunggah pada Jumat (24/5/2019) sekitar pukul 00.26. Dalam akun pribadinya, Mustofa menuliskan kabar duka seorang anak bernama Harun yang mati syahid.

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA,” tulis Mustofa.

Sumber: Tribunnews

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita