Friday, 06 December 2019

Wiranto Vs Ryacudu, Mana Yang Sebar Hoax ?

Wiranto Vs Ryacudu, Mana Yang Sebar Hoax ?

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Jakarta, Swamedium.com — Gagagagagagagagagag, negeri ini lucu, super lucu. Lebih lucu dari lakon Srimulat, atau Warkop lawas hingga edisi reborn. Statement pejabat negara, saling bertentangan. Dan Wiranto, adalah aktor antagonis soal pernyataan ralat dan bertentangan.

Dahulu, Yusril hingga Jokowi menyebut Ust ABB akan dibebaskan. Bahkan, tegas disebut : bebas tanpa syarat. Ujug-ujug, Wiranto tampil berpidato didepan TV. Menegur Presiden agar tak Grasa Grusu, sambil menganulir amnesti lisan yang diberikan sang Presiden.

Sekarang, Kapolri merilis kabar empat pejabat Negara menjadi target pembunuhan : Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gorries Mere. Wiranto, bahkan telah pasrah tentang urusan nyawanya kepada Tuhan, dengan gestur memukau ala Pak Menko.

Tapi uniknya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tak begitu yakin ada kelompok yang benar-benar ingin membunuh empat pejabat negara saat kerusuhan 21-22 Mei. Ryamizard menyebut rencana pembunuhan itu hanya omongan belaka.

“Saya rasa tidak begitulah. Masak sesama anak bangsa begitu? Mungkin hanya ngomong saja itu,” begitu kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5).

Alamak ? Apa pula sinetron bangsa ini ? Mana yang benar, pengakuan Wiranto yang terancam dibunuh atau pernyataan Menhan yang menyebut itu cuma omongan belaka ? Lebih ekstrim, siapa sebenarnya yang menyebar hoax ancaman pembunuhan sejumlah pejabat negara ini, menkopolhukam atau Menhan ?

Kalau melihat fungsi jabatan, penulis tentu lebih percaya Menhan yang memang lebih profesional ngurusi keamanan negara. Sedang Wiranto ? Wiranto terbiasa berpolitik atas nama hukum dan keamanan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.