Senin, 19 Oktober 2020

Bendera Kuning Mewarnai Doa Bersama untuk Korban Aksi 21-22 Mei 2019

Bendera Kuning Mewarnai Doa Bersama untuk Korban Aksi 21-22 Mei 2019

Jakarta, Swamedium.com — Acara doa bersama untuk korban kerusuhan pada aksi 21-22 Mei 2019 digelar di Pelataran Masjid At Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/5). Ribuan warga yang datang tersebut mengibarkan atribut bendera berwana kuning sebagai simbol duka.

Pengurus Presidium Emak-emak Republik Indonesia (PERI) Neno Warisman mengatakan bahwa pihaknya turut berduka atas meninggalnya sejumlah orang saat kerusuhan 21 dan 22 Mei lalu.

“Memang acara ini dilakukan untuk tidak menjadikan hati keluarga yang sekarang masih sedih. Kita semua berduka cita atas kehilangan keluarga anak-anak, bahkan ada yang sampai sekarang belum ketemu,” kata Neno kepada wartawan di Pelataran Masjid At-tin, Kamis (30/5) sore.

“Ini adalah hal kegiatan kemanusiaan, kita ini enggak mungkin mengungkapkan ya sudah kita berdoa dan juga meninba ilmu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Neno berharap tidak lagi ada kejadian serupa yang telah menimpa para korban kerusuhan saat aksi di depan gedung Bawaslu RI pada 22-22 Mei 2019 lalu. Karenanya, dia mengimbau semua pihak untuk menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

“Kita ingin peristiwa itu tidak terjadi lagi, kita ingin tahu persis hati kita dihadapan Allah. Kalau ada hal yang mengguncangkan sebagai sebuah tragedi kita harus tetap berpegang sama Allah karena hanya pada Allah kita berpegang karna Allah yang bersama kita,” tutur Neno.

Turut hadir sejumlah tokoh perempuan dan para tokoh nasional diantaranya puteri presiden Soeharto Titiek Soeharto, Lin Agus Sutomo, Aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman, Puteri Amien Rais Hanum Rais, Ibu dari Sandiaga, Mien Uno, Nurdiati Akma, Aida Syihab.

Selain itu, aktivis HAM Natalius Pigai, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, sejarahwan Taufik Ismail, dan para habaib dan ulama juga hadir dalam acara tersebut.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.