Tuesday, 15 October 2019

Kesedihan Menhan Ryamizard Adalah Kesedihan Kita Semua

Kesedihan Menhan Ryamizard Adalah Kesedihan Kita Semua

Foto: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sebagai purnawirawan perwira tinggi, Menteri Pertahanan Jenderal Ryamizard Ryacudu adalah tipe prajurit tulen. Lugas tak kenal basa-basi. Hitam, putih tak ada warna abu-abu.

Dia juga dikenal sebagai pejabat tinggi negara yang irit bicara. Kalau bicara juga tak pernah di luar konteks bidang kerja dan tanggung jawabnya. Baginya urusan politik, sudah ada yang mengurus. Dia fokus bicara tentang pertahanan negara.

Namun dalam dua hari terakhir Ryamizard keluar dari pakemnya. Rabu (29/5) di Istana Presiden dia bicara dua isu sensitif.

Pertama dia tak yakin adanya rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional: Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere.

Kedua dia tidak yakin, mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko menyelundupkan senjata untuk mengacaukan dan melakukan pembunuhan dalam aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu.
Selang sehari kemudian Kamis (30/5) Ryamizard menyampaikan pernyataan yang terkesan sangat personal. Curhat. Dia mengaku sedih karena sejumlah rekannya purnawirawan dituduh melakukan makar.

“Terus terang saja di sana yang diperiksa banyak yang purnawirawan, itu senior saya, ada adik-adik angkatan saya,” ujarnya di kantor Kementerian Pertahanan.

Sebagai sesama purnawirawan, Ryamizard melihat ini tidak baik. Ini tidak boleh terjadi, kenapa bisa begitu. “Jangan menghilangkan _image_. Mereka-mereka itu sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

”Banyak teman kita gugur di Aceh, Papua, terutama di Timor Timur. Nah ini sisa-sisa yang belum gugur ini, kenapa jadi begitu? Kalau boleh dikatakan sedih, sedih saya. Bagi saya, tidak ada 01, 02,” sambung dia.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.