Tuesday, 18 February 2020

Kesedihan Menhan Ryamizard Adalah Kesedihan Kita Semua

Kesedihan Menhan Ryamizard Adalah Kesedihan Kita Semua

Foto: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (ist)

Sebagai prajurit Komando, Soenarko mencapai puncak karir sebagai Danjen Kopassus (2007-2008), Pangdam I Iskandar Muda (2008-2009), dan setelah itu mengakhiri karir sebagai Dan Pussenif (2009-2010) di Bandung.

Dengan perjalanan karir semacam itu, merupakan sebuah ironi besar bila kini mereka menjadi tersangka perkara makar, apalagi rencana pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara.

Seperti dikatakan Ryamizard, mereka-mereka ini punya sejarah panjang mempertahankan kedaulatan negara. Sejak usia muda, mereka rela mengorban jiwa dan raga.

Dalam berbagai pertempuran banyak rekan-rekan mereka yang gugur. Keduanya termasuk yang _survive_ dan melanjutkan pengabdian sampai ke jenjang jabatan yang tinggi.

Ketika kini mereka seharusnya tinggal menikmati hari tua, menikmati hasil pembangunan Indonesia, menikmati masa transisi Indonesia menjadi sebuah negara demokrasi, tiba-tiba harus dihadapkan pada sebuah realitas yang pahit! Menjadi tersangka makar dan harus mendekam di dalam tahanan. Mereka dijebloskan ke penjara oleh anak bangsa sendiri.

Sumber masalah yang akhirnya menyeret para purnawirawan ini adalah protes kecurangan Pilpres. Di barisan ini ada ratusan perwira tinggi (Pati) dari TNI AD, AL, AU, dan Polri. Bila ditambah perwira menengah, perwira pertama, bintara, dan tamtama, jumlah bisa mencapai puluhan ribu.

Pada tanggal 21 Mei sebanyak 108 orang Pati dari TNI-Polri mengumumkan terbentuknya Front Kedaulatan Bangsa. Selain mempersoalkan Pilpres yang curang, mereka juga mengingatkan ancaman bahaya atas kedaulatan bangsa.
Dalam barisan ini ada nama-nama besar seperti mantan KSAD Jenderal Tyasno Sudarto, mantan Menkopolhukam/Kepala Staf KSAL Tedjo Edhy Purdjiatno, mantan KSAU Imam Sufaat, mantan Kassospol TNI Letjen TNI Syarwan Hamid dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Sofjan Jacoeb.

Di luar mereka masih ada puluhan jenderal dari angkatan 60an sampai 80an. Mayjen TNI Sulatin, dan Mayjen TNI Haris Sudarno (AMN 1965), mantan Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin ((Akmil 1974), mantan Danjen Kopassus Letjen TNI Agus Soetomo (Akmil 1984).

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.