Selasa, 09 Maret 2021

Saksi Mata Menunggu Tim Pencari Fakta Independen

Saksi Mata Menunggu Tim Pencari Fakta Independen

Jakarta, Swamedium.com — Dari berbagai sumber berita, bentrokan 21-22 Mei tentu akan terbaca jernih setelah adanya Tim Pencari Fakta Independen.

Banner Iklan Swamedium

Gerakan protes terhadap kecurangan Pemilu akan dicatat sebagai gerakan pro demokrasi bukan sebaliknya. Usaha untuk menyembunyikan kebenaran dari peristiwa yang terjadi akan menjadi tanda tanya besar, adakah dusta yang lebih besar yang ingin disembunyikan dengan membuat protes damai disusupi dengan skenario kerusuhan, dan gagal. Silakan memerhatikan berbagai bukti video amatir dan CCTV yang beredar.

Dari beberapa Pemilu pasca reformasi, saya mencatat Pemilu 2019 memiliki tingkat kecurangan tertinggi. Diantara tuntutan demonstran yang sempat tercatat antara lain:

(1). Tanggungjawab terbesar kekisruhan Pemilu 2019 ada di tangan Presiden dan Wakil Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan tertinggi di NKRI.

(2). Dugaan petahana menggunakan politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan dalam tahapan Pemilu perlu investegasi lebih lanjut (masa pra kampanye, kampanye dan pasca kampanye).

(3). Penanganan terhadap suara yang berbeda, persekusi terhadap lawan politik tidak bisa dibiarkan berlangsung tanpa pengawalan lembaga yang mendaku peduli HAM.

Pasca protes damai 21-22 Mei 2019 saya mencatat bahwa protes damai telah menimbulkan korban di kalangan sipil dalam jumlah yang massal. Sehingga ada beberapa tuntutan yang mengikuti peristiwa ini:

(1) Pembentukkan Tim Pencari Fakta Independen,
(2) Pers menghindari trial by press sehingga timbul victimizing the victim.
(3) Pers menghindari provokasi dalam pemberitaan, terutama pasca Pemilu 2019 terkait wacana referendum antara diskusi akademis dengan tuduhan makar yang dilontarkan pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh.
(4) Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan tertinggi bertanggungjawab dan diharapkan memiliki skenario penyelesaian krisis sesuai demokrasi aktual, tanpa memberangus kebebasan berpendapat dan mendapatkan informasi bagi masyarakat.

Demikian catatan sementara saksi mata. (*)

*Penulis: Widhyanto Muttaqien (Penikmat kopi dan litetasi)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita