Monday, 11 November 2019

Sindir Wiranto, BPN: Eks penguasa Orba masih bergaya Orba

Sindir Wiranto, BPN: Eks penguasa Orba masih bergaya Orba

Juru debat BPN Prabowo Sandi, Sodik Mujahid.

Jakarta, Swamedium.com — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan agar jangan sampai dirinya ikut turun tangan terkait situasi keamanan negeri setelah Pemilu 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berbicara soal reformasi TNI pasca Orde Baru.

“Kalau TNI yang dari awal turun menangani peristiwa ini, mungkin situasi lain. TNI telah mereformasi diri dan ambil pelajaran dengan baik dari posisinya yang super power tapi salah selama era Orba. TNI sekarang akan tampil lebih adil dan objektif, tidak sekadar jadi ‘watchdog’ suatu rezim,” kata juru debat BPN Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid kepada wartawan, Jumat (31/5).

Sodik yakin Ryamizard memahami betul reformasi di tubuh TNI. Ia pun menyindir sosok Menko Polhukam Wiranto yang dinilai bergaya ‘ke-orba-orbaan’ dalam menangani situasi politik terkini.

“Hanya sayang, Menko Polhukam yang eks penguasa Orba masih bergaya Orba dalam tangani peristiwa di masa reformasi ini, tapi dengan memanfaatkan Polri,” ujar politikus Gerindra itu.

Karena itu, Sodik mengingatkan Ryamizard agar tidak bersikap seperti Wiranto. Menurut dia, penanganan kasus Wiranto terkesan mundur hingga 50 tahun ke belakang.

“Kepada Menhan Jenderal Ryamizard saya ingatkan anda TNI sejati yang paham reformasi. Jangan ikut-ikutan bergaya Orba seperti Wiranto dalam menangani kasus keamanan di zaman reformasi yang oleh Menko Menko Polhukam disamakan dengan penanganan kasus di era tahun 70 sampai 90-an atau 30 sampai 50 tahun ke belakang,” tegas Sodik.

Diberitakan, Ryamizard angkat bicara soal situasi keamanan negeri selepas pemilu. Dia mengimbau semua pihak untuk benar-benar menjaga ketertiban bangsa. Bila muncul kerusuhan seperti pada 21-22 Mei 2019, menurutnya, yang merugi adalah masyarakat.

“Saya imbau, sebagai Menteri Pertahanan, jangan sampai terpaksa turun. Kalau turun, alat saya TNI, alat pertahanan negara. Jadi kalau saya turun, tidak ada lagi negosiasi. Saya selesaikan sebaik-baiknya,” kata Ryamizard di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/5).

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.