Friday, 19 July 2019

LGBT Makin Memprihatinkan, Dewan Dakwah Sumbar Lakukan Konsolidasi

LGBT Makin Memprihatinkan, Dewan Dakwah Sumbar Lakukan Konsolidasi

Dewan Dakwah Sumatera Barat.

Padang, Swamedium.com — Memasuki akhir bulan Ramadhan, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat menggelar Diskusi dan buka puasa bersama di Gedung Islamic Centre Al Quds, Air Tawar, Padang, Sabtu malam (1/6).

Kegiatan yang dihadiri Majelis Syuro, Majelis Pakar, Pengurus Harian, dan Biro di lingkungan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat ini disamping untuk memperkuat ukhuwwah juga untuk memperkuat peran da’wah ilallah di tengah-tengah ummat.

Ketua Dewan Da’wah Sumbar, Badrul Mustafa Kemal, menyoroti perkembangan LGBT di Sumatera Barat. Badrul mengungkapkan keprihatinannya atas populasi LGBT yang terus meningkat bahkan dari berbagai media terungkap bahwa LGBT di Sumbar paling banyak dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Berdasarkan data hasil tim konselor penelitian perkembangan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), angka LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di Sumbar tercatat sebanyak 18.000 orang. Ini merupakan angka terbesar di Indonesia.

LGBT adalah penyakit masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius dari segenap masyarakat, da’i, pemerintah, generasi muda, dan akademisi. Di Kota Padang sudah ada deklarasi anti LGBT.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera memastikan lahirnya Perda anti LGBT untuk mengantisipasi perkembangan LGBT di Ranah Minang,” ujar Badrul Mustafa.

“Kita berharap agar da’i menyampaikan secara intensif kepada masyarakat bahwa LGBT sangat berbahaya dan sangat dimurkai oleh Allah SWT. Begitu murkanya Allah SWT, Allah SWT sampai menghancurkan selumat-lumatnya umat Nabi Luth yg ingkar di negeri Sodom melalui bencana alam geologis.Tugas kita bersama untuk menjaga generasi muda dari LGBT,” tuturnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)