Monday, 14 October 2019

‘Bom Waktu’ Di Balik Wafatnya Ustaz Arifin Ilham dan Ibu Ani

‘Bom Waktu’ Di Balik Wafatnya Ustaz Arifin Ilham dan Ibu Ani

Almarhum Ustaz Arifin Ilham dan Almahurmah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono)

Jakarta, Swamedium.com — Dalam kurun waktu berdekatan, dua tokoh meninggal karena kanker. Mantan ibu negara Ani Yudhoyono wafat pada Sabtu 1 Juni 2019 di Singapura karena kanker darah, sedangkan Ustaz Arifin Ilham berpulang di Penang, Malaysia pada Rabu 22 Mei 2019 juga dengan riwayat kanker darah dan nasofaring.

Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi, mengibaratkan kanker seperti ‘bom waktu’. Potensi kanker di Indonesia dinilainya sangat tinggi, bahkan prevalensinya meningkat dalam 5 tahun terakhir.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi kanker dan tumor sebesar 1,79 tiap 1.000 penduduk. Angka ini memang mengalami peningkatan dari tahun 2013 yakni 1,4 tiap 1.000 penduduk.

“Jadi, ada bom waktu yang mengerikan terkait penyakit kanker di Indonesia,” tegas Tulus.

Menurut Tulus, peningkatan ini menunjukkan adanya masalah serius terkait perilaku hidup sehat dalam masyarakat. Ia berharap, pemerintah membuat kebijakan yang benar-benar menyentuh hulu permasalahan.

“Kalau arah kebijakan pembangunan kesehatan itu benar, maka seharusnya prevalensi penyakit tidak menular itu turun, bukan malah naik. Termasuk prevalensi penyakit kanker,” katanya.

Namun peningkatan prevalensi kanker tidak selalu berarti negatif. Ahli kanker dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Andhika Rachman, SpPD, KHOM memandangnya dari sisi lain. Peningkatan prevalensi kanker bisa juga diartikan akses pengobatan yang makin baik, sehingga makin banyak kasus yang terdiagnosis.

“Pertama, makin tingginya kesadaran masyarakat untuk berobat membuat kita makin mudah mendapatkan datanya. Kedua, dengan adanya BPJS, suka atau tidak suka, orang makin mudah untuk berobat sehingga makin mudah ketahuan,” kata dr Andhika Ahad 2 Mei 2019.

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Cut Putri Arinie, menyebut ada dua jenis faktor risiko kanker:

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.