Kamis, 24 September 2020

Bebasnya Mustofa dan Lieus

Bebasnya Mustofa dan Lieus

Jakarta, Swamedium.com — Dua hari lagi lebaran tanggal 05 Juni 2019. Jakarta sudah sepi. Pukul 08 pagi, sambil baca Whatsapps, saya ngebut di jalan tol. Komandan Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra is on his way to Mapolda Metro Jaya.

Hari ini orang-orang sudah liburan di kampung. Komandan Don Dasco berencana mengeluarkan Mustofa Nawardaya, Lieus Sungkharisma dan puluhan pemuda yang diduga terlibat insiden tanggal 21-22 Mei 2019.

Penjara Polda Metro belum dibuka. Waktu bezoek mulai pukul 10 pagi.

Keluarga para tahanan menunggu. Ada seorang ibu setengah baya. Anaknya kena pasal pornografi. Dia kenal Eggy Sudjana dan Lieus Sungkharisma. Dia bilang keduanya “mengerikan”, tapi baik dan lucu-lucu. Kasus mereka; Makar.

Lawyer ACTA seperti Hendarsam “Hence” Marantoko, Julian Panjaitan, Jack Piliang, Anggie Tanjung dan Victor da Costa sudah berada di sekitar Kopi Tiam. Hendarsam Marantoko memimpin Tim Kuasa Hukum Lieus Sungkharisma sekaligus anggota BPN Direktorat Hukum & Advokasi.

Di Markas Direktorat Hukum & Advokasi Jl. Cokroaminoto 62A, para lawyer seperti Sari Nurmala, Jack, Hamid dan Soraya semalaman mengerjakan berkas dan surat permohonan penangguhan penahanan seratusan orang.

Sejurus kemudian, Yap Hong Gie dan Martin Ma datang. Mereka sudah janjian dengan keluarga Lieus Sungkharisma.

Pintu antrian penjara dibuka. Keluarga antri masuk. Istri dan putra bungsu Lieus Sungkharisma sudah merapat. Mereka masuk satu per satu. Tertib. Saya bergabung dengan tim lawyer. Tidak ikut bezoek.

Komandan Don Dasco telepon. Dia sudah di depan ruang administrasi. Kami segera mengikuti Komandan Don Dasco memasuki gedung penjara dan berbelok menuju ruang kerja Direktur Tahanan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Barnabas.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.