Minggu, 28 Februari 2021

Komnas HAM: 4 korban 22 Mei meninggal akibat tembakan peluru tajam

Komnas HAM: 4 korban 22 Mei meninggal akibat tembakan peluru tajam

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah demonstran di depan Bawaslu.

Jakarta, Swamedium.com — Tim Pencari Fakta untuk mengunngkap kebenaran di balik kerusuhan 21-22 Mei lalu telah dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Banner Iklan Swamedium

Demikian disampaikan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat wawancara dengan Balques Manisang untuk program Fakta Tvone yang tayang pada Senin (3/6) kemarin.

Balques sempat menanyakan jumlah korban berdasarkan pengamatan Komnas HAM.

Hanya saja, Ahmad menyebut pihaknya belum bisa memastikan jumlahnya karena masih dalam tahap pengumpulan data.

Permulaan Ahmad Taufan menyebut jumlah korban meninggal dalam kerusuhan itu ada delapan.

Empat di antaranya belum sempat diautopsi karena segera dibawa pulang oleh pihak keluarga.

“Tapi ada empat yang sudah diautopsi dan itu jelas karena peluru tajam. (Mereka) ditembak satu peluru di bagian tertentu dalam tubuhnya,” ujar Ahmad.

Salah satu korban yang terkena tembakan peluru tajam adalah Harun. Ahmad menyebut, remaja 16 tahun itu tertembak peluru di bagian bahu kiri yang tembus hingga ke bagian tubuh kanannya.

Ketua Komnas HAM juga menuturkan kebingungan keluarga korban saat berusaha membawa pulang jenazah.
Menurutnya, sebagian keluarga tidak paham proses pengambilan karena ada sejumlah hal yang perlu dilakukan termasuk penandatanganan surat pernyataan.

“Surat pernyataan itu kan berupa prosedur autopsi. Bukan tidak menuntut pada kasusnya. Jadi (pihak keluarga) tidak usah khawatir terhadap surat itu,” jelasnya.

Menurutnya, surat pernyataan yang ditandatangani keluarga korban bukan berarti kasus pembunuhan terhadap anggota keluarganya itu terhenti dan tidak bisa diusut tuntas jika ada pelanggaran pidana.

Sumber: RMOLBanten

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita