Rabu, 12 Mei 2021

Pesan Syawal untuk Kedaulatan Rakyat

Pesan Syawal untuk Kedaulatan Rakyat

Aksi Kedaulatan Rakyat 21-22 Mei 2019.

Bandung, Swamedium.com — Bismillah

Banner Iklan Swamedium

Selangkah lagi keputusan final dari proses konstitusional yang kita perjuangkan melalui Mahkamah Konstitusi akan memasuki babak baru untuk merebut KEDAULATAN RAKYAT yang telah dirampas melalui penyelenggaraan PEMILU paling curang di Indonesia.

Sulit rasanya kita mengharapkan keadilan dari 9 Hakim MK. Boleh dikata pesimis walaupun harapan itu hanya 0,1%. Kenapa demikian? Konspirasi jahat yang didalangi Jenderal Merah baik yang sudah pensiun maupun masih aktif dan Sipil Kuning yang diback up oleh Cina lokal dan Cina Komunis telah memblokade ruang gerak oposisi untuk merebut kejujuran dan keadilan dari proses demokrasi 17 April 2019 yang lalu.

Sejak kerusuhan 21-22 Mei 2019 sebuah kerusuhan settingan dan kontroversial dengan mengkambinghitamkan oposisi telah menurunkan tensi politik yang sempat panas. Mudah2an kita berharap tidak menyurutkan langkah oposisi bahkan harus lebih “beringas” lagi menuntut kejujuran dan keadilan melalui Mahkamah Konstitusi.

Bahkan #Tolak Presiden Hasil Pemilu Curang pasca Idul Fitri dan selama proses persidangan di MK harus kita gaungkan lagi. Bahkan lebih massive lagi. Tidak terpengaruh oleh “framing” sebelah dengan isu seolah-olah sudah pasti menang, melucuti satu persatu anggota Koalisi Adil Makmur yang kini hanya tersisa tiga partai, yaitu PKS, Gerindra dan Berkarya. Walaupun partai terakhir tidak lolos PT. Termasuk ancaman dan menakut-nakuti rakyat untuk melakukan dan menuntut kejujuran dan keadilan melalui aksi-aksi konstitusional yang dijamin UUD 1945 Pasal 28.

Solusinya?
Menurut hitungan matematika manusia di atas kertas kita kalah. Mereka punya semuanya. Kita nyaris tidak punya apa-apa. Yang membedakan kita dan mereka adalah kita punya *Allah Rabb Semesta Alam* sementara mereka tidak punya Allah subhanahu wata’ala. Indikator orang punya Allah Ta’ala adalah; jujur, adil, mendahulukan kebenaran diatas pembenaran, tidak sibuk pencitraan dihadapan manusia. Orang beriman percaya sekalipun bersatunya Jin dan Manusia untuk menolak kebenaran dan memoles-molesnya seolah-olah “orang baik” kalau Allah Ta’ala berkehendak maka tidak ada satupun yang dapat menghalanginya.

Sama persis dengan matematika langit, 30 + 6 = 360. Menurut akal sehat tidak mungkin 30 + 6 = 360 tapi bagi orang beriman hal itu diyakini benar karena sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa salam:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim).

Puasa Ramadhan 30 hari ditambah puasa syawal 6 hari sama dengan puasa setahun 360 hari. Demikian pula bila kita meyakini Pertolongan Allah subhanahu wata’ala walaupun secara matematika dunia tidak mungkin menang menghadapi keputusan Mahkamah Konstitusi pada 28 Juni 2019 karena kuatnya kekuasaan mereka pegang kalau Allah Ta’ala berkendak mencabut kekuasaan dari orang dzalim dan curang cukup bagi Allah Ta’ala berkata Kun Fayakun Jadilah! maka jadilah ia!.

Selamat berjuang saudara-saudara untuk keselamatan negara dan agama kita dari orang-orang kafir, komunis dan munafiq. Jangan pernah menyerah. Pilihan kita hanya satu, *hidup mulia atau mati syahid*.

Semoga Allah Jallah Jalaluhu memberkahi perjuangan kita, Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Bandung, 4 Syawal 1440/8 Juni 2019 (*)

*Penulis: Tarmidzi Yusuf

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita