Friday, 19 July 2019

Pesan Syawal untuk Kedaulatan Rakyat

Pesan Syawal untuk Kedaulatan Rakyat

Aksi Kedaulatan Rakyat 21-22 Mei 2019.

Bandung, Swamedium.com — Bismillah

Selangkah lagi keputusan final dari proses konstitusional yang kita perjuangkan melalui Mahkamah Konstitusi akan memasuki babak baru untuk merebut KEDAULATAN RAKYAT yang telah dirampas melalui penyelenggaraan PEMILU paling curang di Indonesia.

Sulit rasanya kita mengharapkan keadilan dari 9 Hakim MK. Boleh dikata pesimis walaupun harapan itu hanya 0,1%. Kenapa demikian? Konspirasi jahat yang didalangi Jenderal Merah baik yang sudah pensiun maupun masih aktif dan Sipil Kuning yang diback up oleh Cina lokal dan Cina Komunis telah memblokade ruang gerak oposisi untuk merebut kejujuran dan keadilan dari proses demokrasi 17 April 2019 yang lalu.

Sejak kerusuhan 21-22 Mei 2019 sebuah kerusuhan settingan dan kontroversial dengan mengkambinghitamkan oposisi telah menurunkan tensi politik yang sempat panas. Mudah2an kita berharap tidak menyurutkan langkah oposisi bahkan harus lebih “beringas” lagi menuntut kejujuran dan keadilan melalui Mahkamah Konstitusi.

Bahkan #Tolak Presiden Hasil Pemilu Curang pasca Idul Fitri dan selama proses persidangan di MK harus kita gaungkan lagi. Bahkan lebih massive lagi. Tidak terpengaruh oleh “framing” sebelah dengan isu seolah-olah sudah pasti menang, melucuti satu persatu anggota Koalisi Adil Makmur yang kini hanya tersisa tiga partai, yaitu PKS, Gerindra dan Berkarya. Walaupun partai terakhir tidak lolos PT. Termasuk ancaman dan menakut-nakuti rakyat untuk melakukan dan menuntut kejujuran dan keadilan melalui aksi-aksi konstitusional yang dijamin UUD 1945 Pasal 28.

Solusinya?
Menurut hitungan matematika manusia di atas kertas kita kalah. Mereka punya semuanya. Kita nyaris tidak punya apa-apa. Yang membedakan kita dan mereka adalah kita punya *Allah Rabb Semesta Alam* sementara mereka tidak punya Allah subhanahu wata’ala. Indikator orang punya Allah Ta’ala adalah; jujur, adil, mendahulukan kebenaran diatas pembenaran, tidak sibuk pencitraan dihadapan manusia. Orang beriman percaya sekalipun bersatunya Jin dan Manusia untuk menolak kebenaran dan memoles-molesnya seolah-olah “orang baik” kalau Allah Ta’ala berkehendak maka tidak ada satupun yang dapat menghalanginya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)