Jumat, 26 Februari 2021

Anaknya Meninggal, Orang Tua Harun Tunggu Permintaan Maaf Polisi

Anaknya Meninggal, Orang Tua Harun Tunggu Permintaan Maaf Polisi

sumber foto: saluran telegram Angin Gunung milik FPI.

Jakarta, Swamedium.com — Didin Wahyudin, orangtua almarhum Muhammad Harun Al Rasyid, korban meninggal dunia saat kerusuhan 22 Mei 2019, masih menunggu permintaan maaf dari oknum aparat kepolisian yang menembak anaknya.

Banner Iklan Swamedium

Harun (15) meninggal di kawasan Jembatan layang Slipi, Jakarta Barat, satu dari sembilan titik kerusuhan pada 21-22 Mei 2019. Harun tewas dengan luka tembak, dan dalam berbagai kesempatan ayah Harun menyatakan yakin penembak Harun adalah aparat kepolisian.

Melalui akun facebooknya, Didin Wahyudin membagikan kisah dukanya tanpa sang anak saat berlebaran.

“Subhanallah…di hari lebaran ini semua orang saling meminta maaf dan saling mengakui salah dan dosanya. Adakah yang mengakui kesalahan dan dosanya atas kematian anakku. M.Harun al Rasyid ayah akan menunggu sampai kapan pun orangnya…,” ujar Didin seperti dikutip VIVA, Sabtu, 8 Juni 2019.

Didin memposting kisahnya pada Jum’at kemarin, 7 Juni 2019. Sampai dikutip VIVA, postingan Didin sudah lebih dari 1.000 reaksi netizen, 436 shared atau berbagi tautan, dan 124 komentar.

Di hari sama, Jum’at sore, Didin juga memposting ulang satu tulisan anaknya Harun yang diunggah pada 13 Juni 2018, yang isinya meminta Presiden Joko Widodo untuk mengirimnya ke Palestina.

“Subhanallah…ternyata setahun yang lalu anakku pernah berpesan kepada presiden,” tulis Didin dalam captionnya.

Postingan itu juga mengundang ratusan reaksi netizen, sebanyak 69 komentar dan 16 shared atau berbagi tautan.

Sungguh mengharukan, semoga Allah menempatkan almarhum Harun sang Mujahid muda ini di tempat yang paling mulia.

Sumber: Viva

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita