Wednesday, 18 September 2019

Kejanggalan Korban Meninggal dalam Tragedi 22 Mei

Kejanggalan Korban Meninggal dalam Tragedi 22 Mei

Konferensi pers Kontras menyikapi keterangan Polri terkait kerusuhan 22 Mei 2019.

Jakarta, Swamedium.com — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menemukan sejumlah kejanggalan dari kematian sembilan orang saat rusuh 21 dan 22 Mei di Jakarta.

Staf Riset Kontras, Rivanlee menjelaskan bahwa pihaknya telah menemui tiga keluarga yang ditinggal mati sanak saudara saat kerusuhan tersebut.

“Mereka memberikan keterangan dan menyerahkan surat kematian,” kata Rivan kepada wartawan di kantornya, Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Surat kematian yang dikeluarkan pihak rumah sakit dinilai Kontras aneh. Sebab, dalam keterangan penyebab kematian di surat tersebut hanya ditulis bahwa korban meninggal akibat mengalami cidera.

“Tidak dijelaskan karena lemparan batu atau luka tembak,” ujarnya.

Padahal, masih kata Revan, secara visual ada badan korban yang bolong seperti bekas tembakan. Sementara pihak kepolisian sudah memberi pembenaran bahwa ada korban tewas akibat terkena peluru tajam.

“Ini ada apa, janganlah ditutup-tutupi,” tanyanya.

Seorang remaja, Adam Nurian, dalam temuan Kontras disebut meninggal terkena ternbakan dalam perjalanan pulang setelah menolong seseorang yang terjatuh.

“Tapi pihak Kepolisian tidak menjelaskan, terkait prokyetil yang ditemukan di tubuh korban dan TKP. Serta lokasi arah tembakan yang mengakibatkan korban tewas dan luka,” pungkasnya.

Berdasar catatan Kontras, dari sembilan orang yang tewas itu tiga di antaranya merupakan anak di bawah umur. Mereka antara lain, Reyhan (16), Widianto Rizki Ramadan (17), dan Harun (15 tahun).

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)