Friday, 23 August 2019

Mengapa Polisi Menutupi Pasukan yang Dibekali Peluru Tajam Saat 21-22 Mei?

Mengapa Polisi Menutupi Pasukan yang Dibekali Peluru Tajam Saat 21-22 Mei?

Konferensi pers Kontras menyikapi keterangan Polri terkait kerusuhan 22 Mei 2019.

Jakarta, Swamedium.com — Kepolisian dinilai masih menutupi fakta terkait proses pengamanan aksi kedaulatan rakyat yang berujung rusuh pada 21-22 Mei 2019. Termasuk adanya pasukan atau personel yang dibekali dengan peluru tajam.

“Penempatan pasukan tidak dijelaskan oleh Polisi. Namun saat kerusuhan titiknya berbeda, ternyata di daerah Petamburan dan Slipi,” kata Staf Riset Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Rivanlee kepada wartawan di kantornya, Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Selain soal plot pasukan, Kontras juga berharap adanya penjelasan Korps Bhayangkara terkait mana saja pasukan atau personel yang dibekali dengan peluru tajam.

“Jelaskan lebih detail mana pasukan yang ada di Petamburan dan jelaskan siapa saja yang dibekali peluru tajam dan karet,” harapnya.

Tidak hanya itu, sampai saat ini Kontras menilai belum ada rekonstruksi. Hal itu menurutnya menjadi bias informasi sehingga publik memiliki asumsi peluru siapa yang menembus tubuh para korban yang tewas itu.

“Karena ketidakjelasan dan belum detailnya polisi pada kerusuhan 21 dan 22 Mei akhirnya muncul asumsi publik, siapa yang membunuh,” pungkasnya.

Sumber: RMOL

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)