Minggu, 28 Februari 2021

Perubahan Sosial, Usia Penggerak dan Status Sosial

Perubahan Sosial, Usia Penggerak dan Status Sosial

Koordinator Gerakan Kedaulatan Rakyat, Abdullah Hehamahua memimpin aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6).

Jakarta, Swamedium.com — Agak menarik ajakan demo ini krn dipimpin oleh orang tua.

Banner Iklan Swamedium

Undangan Aksi Super Damai Kawal Sidang MK, Jumat 14/6/2019 Pukul 09.00 sd Selesai, titik kumpul Patung Kuda, depan Indosat, Medan Merdeka, Monas, Jakarta. Korlap – Ust Abdullah H (Mantan Ketua KPK)

Yg berjuang orang tua (Abdullah Hehamahua, di atas 70 thn) berhadapan langsung dg penguasa. Ada Amin Rais yg juga sdh berusia di atas 70 thn. Trump juga sdh lanjut usia (di atas 70 thn)
Mahathir di atas 90 tahun.

Menarik Fenomena ini.

Orang2 ini sebenarnya sdh mencapai zona nyaman dlm hidupnya dan menikmati masa tuanya bersama keluarga, tapi TURUN GUNUNG lagi.

Tampaknya ini adalah KESADARAN YG TIMBUL BUKAN REAKSIONER SEPERTI ANAK MUDA TAPI TIMBUL KRN PENGALAMAN PANJANG DLM HIDUP, WAWASAN DAN INTUISI bahwa negaranya dlm keadaan bahaya.

Biasanya dlm perubahan sosial yg jadi pelopor dan pimpinan adalah anak muda. Sebutlah Soekarno, usia 45 thn jadi presiden RI. Qaddafi, Saddam Husein, Che, Mao, Hitler dan Stalin berusia di bawah 60 tahun, bahkan Che di bawah 40 thn. Persamaannya adalah bahwa mereka TIDAK MENCARI MAKAN dan KEKAYAAN dari perjuangan. Urusan perut sdh selesai krn idealisme dan kesadaran.

Saat ini, tampaknya ancaman thdp sebuah negara lebih kompleks dan halus, penuh tipuan tapi mematikan.

Anak muda agak sulit membacanya apalagi sdh terpukau dg istilah globalisasi, ini bisnis bung, ini zaman teknologi yg BODERLESS, toh tidak ada yg dirugikan dan sama2 beruntung, ndak mungkin lah pimpinan negara tidak memikirkan bangsanya.

Salah satu contoh bagaimana AS di tangan pemimpin yg relatif masih muda tidak menyadari bahwa TRADE DEFICIT yg sdh berlangsung lama shg membuat status quo kenyamanan semu, terpaksa harus disadarkan oleh orang tua (Trump) dg perlawanan berat rakyatnya sendiri dlm suatu sentakan perang dagang Trump vs RRC. (*)

*Penulis: Joserizal (Jurnalis, relawan medis-bedah di daerah perang, konflik dan bencana alam)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita