Friday, 19 July 2019

Menanti MK di Jalan Allah…

Menanti MK di Jalan Allah…

Foto: Gedung Mahkamah Konstitusi. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — “SIDANG ini disaksikan oleh Allah!” begitu kata Anwar Usman, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat membuka sidang sengketa pilpres 2019, Jumat pagi (13/6) di Jakarta. “Saya tegaskan, saya tidak takut pada siapapun kecuali pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk itu, saya dan MK tidak bisa diintervensi oleh siapa pun juga!” katanya lagi.

Dua kalimat itu, insyaa Allah akan *menjadi benteng keadilan dan kejujuran* bagi bangsa Indonesia. Maklum, saat ini sangat sulit mencari lembaga yang benar-benar bisa menegakkan keadilan dan kejujuran.

Bambang Widjojanto, Ketua Tim Prabowo-Sandi, juga mengutip hadist Bukhari dan Muslim bernomer 6788/1688. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah: _‘Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) di antara mereka yang mencuri, maka mereka biarkan (tidak dihukum), namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa), maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sungguh, jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.’_

Kata pembuka dari kedua belah pihak itu bermakna jelas. Jalan Allah-lah yang akan diambil dalam sidang kali ini.
Dan sebagai orang-orang yang mengaku beriman, khususnya yang beragama Islam, harus yakin bahwa pengadilan ini akan berjalan dengan sungguh-sungguh. Tidak asal-asalan dalam memutuskan hasilnya. Artinya, perselingkuhan di balik yang terlihat itu, insyaa Allah tidak ada lagi.

Tapi, waspada tetap penting. Mengapa? Hakim MK masih tetap manusia biasa, dan manusia kebanyakan sangat mudah goyah. Apalagi, jika mereka punya catatan- catatan agak miring. Biasanya, orang langsung melemah ketika ada ancaman kemiringannya diungkap, akibatnya, ya… mereka jadi _mbalelo_. Apa lagi jika ditawari sesuatu yang menggiurkan, maka hancurlah kebenaran dan kejujuran.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)