Friday, 19 July 2019

Kuasa Hukum: Dana dari Habil Marati ke Kivlan untuk demo anti PKI

Kuasa Hukum: Dana dari Habil Marati ke Kivlan untuk demo anti PKI

Kivlan Zein.

Jakarta, Swamedium.com — Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ia dicecar 23 pertanyaan, terkait aliran dana dari tersangka percobaan pembunuhan Habil Marati.

“Tadi itu, hanya konfirmasi tentang aliran dana. Ada 23 lebih kurang pertanyaan,” kata Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/6) kemarin.

Yuntri mengatakan, kliennya membantah uang yang diterima dari Habil digunakan untuk pembelian senjata api dan merencanakan pembunuhan. Namun, dana itu diterima untuk kepentingan aksi unjuk rasa antikomunis terkait Supersemar.

“Jadi, sudah kita bantah semua, tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata. Tidak ada,” ujar Yuntri.

Sebelumnya, Kivlan mengaku telah menerima uang dari Politikus PPP, Habil Marati. Ia menerima SGD4.000 atau setara Rp 42.400.000. Yang ternyata itu adalah dana untuk demo anti Komunis / PKI terkait Supersemar, seperti yang ditegaskan oleh pengacara Kivlan Zein.

“Mengakui, tapi tidak sesuai dengan tuduhan. Uang itu hanya untuk demo. Tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah pembelian senjata, membunuh tidak ada sama sekali,” kata Yuntri.

Kivlan diperiksa lebih kurang selama 10 jam. Ia mulai diinterogasi penyidik terkait aliran dana itu sejak pukul 11.00 hingga selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam pemeriksaan itu, Kivlan memberikan nomor rekening ke penyidik untuk mengecek uang yang masuk.

“Dicek tadi rekening. Dikasihkan rekeningnya, bahwa terima ke rekening ia terima dan sampaikan ada. Yang satu Rp 50 juta. Yang satu lagi SGD 4.000, untuk kegiatan antikomunis atau supersemar yang di Monas,” kata Yuntri.

Yuntri menerangkan, uang Rp 50 juta itu diberikan Kivlan kepada anak buahnya Iwan Kurniawan (IK) yang saat ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Uang itu digunakan untuk tour ke daerah-daerah, mengantisipasi gerakan-gerakan komunis.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)