Sabtu, 04 Juli 2020

Kuasa Hukum: Dana dari Habil Marati ke Kivlan untuk demo anti PKI

Kuasa Hukum: Dana dari Habil Marati ke Kivlan untuk demo anti PKI

Kivlan Zein.

“Kemudian, Iwan ditugaskan untuk demo dan dia menyanggupi seribu orang dibawa dari Banten. Nyatanya tidak ada, dan kemudian menghilang,” kata Yuntri.

Yuntri mengungkapkan, Kivlan dan Habil saling kenal mengenal sejak setahun yang lalu. Mereka kenal lewat sebuah grup di media sosial WhatsApp (WA).

Uang yang diterima Kivlan, kata Yuntri, diberikan secara sukarela oleh Habil. Tak ada imbalan apa pun yang diharapkan oleh Habil.

“Sukarela saja. Mereka kan kenal dari WA grup. Itu grup untuk diskusi saja tentang masalah kebangsaan. Itu ada gerakan GMBI, karena di diskusi itu berkembang butuh uang untuk keperluan gerakan antikomunis, beliau (Habil) kasih,” ujar Yuntri.

Meski telah kenal satu tahun, Yuntri menyebut, kliennya tak terlalu dekat dengan Politikus PPP itu. “Dekat juga enggak, jauh juga enggak, tapi kenal baik,” aku Yuntri.

Habil Marati disebut sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Ia menyerahkan uang Rp60 juta kepada para calon eksekutor. Namanya disebut dalam investigasi majalah Tempo yang berjudul ‘Tim Mawar dan Rusuh Sarinah’ yang terbit pada Senin 10 Juni 2019.

Habil telah ditahan polisi. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary mengungkapkan, Habil memberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD 15 ribu atau setara Rp 150 juta.

Merujuk laporan Tempo, Tempo mengklaim Kivlan memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. Senjata itu disebut untuk menembak mati Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.