Monday, 21 October 2019

Politisi Medsos

Politisi Medsos

Foto: Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Fenomena medsos melahirkan selebriti medsos. Orang yg gak ketahuan juntrungnya tiba2 saja menjadi terkenal krn alasan2 yg gak jelas. Maka lahirlah para selebritas dadakan yg kaya raya karena akun medsosnya diikuti jutaan orang.

Di politik juga sama saja. Medsos melahirkan politisi2 dadakan yg menjadi terkenal krn memanfaatkan medsos. Publik gak tahu banyak tentang kualitas sang politisi, tp krn tiap hari dia aktif bermedsos diapun menjadi selebritas dadakan.

Memang medsos bisa menjadi alat komunikasi politik yg efektif. Tak terhitung banyaknya politisi dunia yg memanfaatkan medsos utk saluran komunikasi politiknya. Salah satu yg paling fenomenal adalah donald trump yg selalu memakai twiter utk berkomunikasi politik. Setiap saat si donald akan memakai twiter utk menyampaikan gagasan2 politiknya yg sering nyleneh dan kontroversial.

Si donald juga rajin ngevlog biacara melalui video utk mengomentari even atau menyampaikan pandangan politiknya. Radio dan televisi pun dibuat obsolete oleh pola komunikasi politik ala medsos yg serba cepat n instan. Pidato kenegaraan State of Union yg dulu ditunggu2 skrg jadi gak menarik lagi.

Zaman dulu pidato politik para presiden ditunggu2 di depan radio oleh khalayak krn disiarkan live lewat radio. Di indonesia rakyat berjubelan di depan radio mendengarkan pidato bung karno yg menggelegar penuh gelora yg membakar semangat. Lapar lupa, susah jadi lupa, melarat jadi lupa kalau sdh mendengar orasi bung karno. Rakyat yg lapar bisa mendadak kenyang setelah dengar pidato si bung.

Gak gampang utk bisa jadi orator sekelas bung karno krn butuh keahlian retorika, logika, hrs paham psikologi massa, dan hrs kaya referensi. Kita tahu bgmana kualitas para founding fathers kita yg benar2 kelas dewa. Referensinya dahsyat mengutip pandangan intelektual2 hebat dunia mulai dari marx, adam smith, montesqueu, renan, dll. Para politisi pendiri bangsa itu menguasai filsafat politik dan paham betul teori2 politik dari berbagai pakar.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.